Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

13 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Sekolah Bisnis Santripreneur Gelar Pelatihan Kewirausahaan

Rabu 21 Mar 2018 01:44 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Gita Amanda

Santri pondok pesantren (Ilustrasi)

Santri pondok pesantren (Ilustrasi)

Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Pelatihan untuk mencetak pengusahan dan tenaga teknik lapangan di Kulonprogo.

REPUBLIKA.CO.ID, KULONPROGO -- Sekolah Binis Santripreneur mengadakan Pelatihan Kewirausahaan di Gedung PCNU Kabupaten Kulonprogo. Kegiatan itu bertujuan mencetak pengusaha dan tenaga teknik lapangan Kulongprogo.

Kegiatan itu dibuka Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo, yang menyambut baik dilaksanakannya pelatihan tersebut. Ia merasa, pelatihan penting dalam menyiapkan sumber daya manusia di bidang kewirausahaan.

"Harapan kami pelatihan ini mengubah pemikiran, sikap, kemudian punya spirit melakukan usaha, memang untuk memilih usaha harus cermat, tapi setelah menentukan harus punya semangat total, jangan mudah menyerah dengan berganti usaha," kata Sutedjo.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo bersama masyarakat telah membentuk spirit berdikari. Kulonprogo memiliki wilayah dari pantai, dataran rendah sampai pegunungan tinggi yang merupakan potensi yang bisa dikelola.

Inisiator dan Pembina Santripreneur Indonesia, Ahmad Sugeng Utomo (Gus Ut), menyampaikan pelatihan lebih kepada mencetak pengusaha, diajarkan bisnis secara umum sampai akhirnya tercetak satu pengusaha. Intinya, mereka diarahkan untuk memiliki bisnis yang legal.

"Karena sekarang kalau tidak legal itu susah, terkait kepercayaan publik dan rekanan," ujar Gus Ut.

Ia melihat, kemunculan bandar udara di Kulonprogo merupakan bentuk pembangunan yang berkesinambungan dari bangsa Indonesia. Oleh karenanya, masyarakat harus siap dan disiapkan menghadapi peradaban baru.

Sebab mau tidak mau, bandara itu dirasa akan menjadi sebuah kekuatan perekonomian baru bagi Kulonprogo. Menurut Gus Ut, jika masyarakatnya tidak siap terhadap peradaban baru itu, bukan tidak mungkin mereka terpinggirkan.

"Untuk menghindari itu, kita mendidik mulai dari sekarang menjadi pengusaha, tidak sekadar menjadi tenaga skill, tapi di sini kita menawarkan jika ingin menjadi tenaga lapangan, kita siapkan," kata Gus Ut.

Pelatihan menggandeng Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) dan PT Angkasa Pura. Rektor UNU, KH Wasiludin menilai, selama ini bidang perekonomian masih ketinggalan, belum ada upaya untuk bangkit. "Semua kita bisa manfaatkan, jangan hanya jadi penonton," kata Wasiludin.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile