Rabu 11 Apr 2018 16:44 WIB

MUKISI dan DSN MUI Pantau RS Syariah Berkala

MUKISI dan MUI juga memberikan pendampingan.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin bersama Ketua Umum Majelis Upaya Kesehatan Islam seluruh Indonesia (MUKISI) Masyhudi berfoto usai memberikan pengharggan kepada 10 pionir rumah sakit syariah saat pembukaan 1st Internasional Islamic Healthcare Conferance & Expo (IHEX) di Jakarta Convention Center, Selasa (10/4).
Foto: Republika/Prayogi
Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin bersama Ketua Umum Majelis Upaya Kesehatan Islam seluruh Indonesia (MUKISI) Masyhudi berfoto usai memberikan pengharggan kepada 10 pionir rumah sakit syariah saat pembukaan 1st Internasional Islamic Healthcare Conferance & Expo (IHEX) di Jakarta Convention Center, Selasa (10/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) dan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) menyampaikan RS syariah akan dipantau secara berkala.

Ketua Divisi Sertifikasi RS Syariah dari MUKISI Sagiran mengatakan, RS yang ingin mendapatkan sertifikasi harus mendaftarkan RS ke MUKISI untuk mendapatkan pendampingan. Setelah itu, MUKISI akan datang ke RS yang bersangkutan untuk memberikan pendampingan.

"MUKISI memberi tahu, ini yang harus ditata, begini caranya, turunkan kebijakan dari owner atau yayasan atau direksi, terus disusun panduan pedomannya, disusun prosedur operasionalnya," kata Sagiran kepada Republika.co.id di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (11/4).

Ia menerangkan, selanjutnya MUKISI akan melakukan survei simulasi. Kalau hasil surveinya bagus, akan direkomendasikan ke DSN MUI. Nanti DSN MUI akan turun ke RS yang bersangkutan untuk melakukan survei. Kalau sudah memenuhi syarat nanti keluar sertifikat RS Syariah dari DSN MUI.