Selasa 17 Apr 2018 16:14 WIB

Survei Median: Mayoritas Publik Masih Belum Ada Pilihan

Jumlah orang yang ingin Presiden Jokowi diganti lebih besar dibanding dipertahankan.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Budi Raharjo
Direktur Riset Media Survei Nasional (Median) Sidarto menyampaikan rilis survei nasional Survei Elektabilitas Kandidat : Siapa Layak Jadi Lawan Atau Pasangan Jokowi ? di Jakarta, Senin (16/4). Hasil survei menunjukan Jokowi sebagai petahana memimpin dengan 36,2 persen sedangkan Prabowo menjadi penantang terkuatnya dengan meraih 20,4 persen.
Foto: Republika/Prayogi
Direktur Riset Media Survei Nasional (Median) Sidarto menyampaikan rilis survei nasional Survei Elektabilitas Kandidat : Siapa Layak Jadi Lawan Atau Pasangan Jokowi ? di Jakarta, Senin (16/4). Hasil survei menunjukan Jokowi sebagai petahana memimpin dengan 36,2 persen sedangkan Prabowo menjadi penantang terkuatnya dengan meraih 20,4 persen.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Media Survey Nasional (Median) mengeluarkan hasil survei terbaru terkait elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden. Dalam survei yang mengambil tema, 'Siapa Layak Jadi Lawan Atau Pasangan Jokowi?' ini didapat hasil bahwa 63,8 persen publik belum mau memilih Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

Direktur Riset Median, Sudarto, mengatakan persentase pemilih alternatif masih besar. Responden yang memilih Jokowi hanya sebanyak 36,2 persen, sedangkan yang memilih capres selain Jokowi plus yang belum menentukan sikap sebanyak 63,8 persen. "Sebanyak 63,8 persen publik belum mau memilih Joko Widodo," ujar dia.

Sudarto mengatakan, jumlah orang yang ingin pejawat Presiden Jokowi diganti lebih besar dibanding Jokowi dipertahankan. Ketika responden yang sebanyak 1.200 orang disodorkan pertanyaan, Menurut Anda apakah pada 2019 nanti sebainya Joko Widodo lanjut memimpin lagi menjadi presiden Republik Indonesia atau sebaiknya diganti oleh tokoh lain saja?, jawabannya mayoritas menginginkan tokoh lain.

"Publik yang menginginkan 'diganti tokoh lain 46,37 persen, memimpin kembali 45,22 persen, dan tidak menjawab 8,4 persen," ujar Sudarto, di Jakarta, Senin (16/40.

Sementara untuk partai politik, PDIP masih menempati posisi tertinggi dengan elektabilitas mencapai 21,1 persen. Berikutnya disusul Gerindra 15 persen, Golkar 9,3 persen, PKB 8,5 persen, dan Demokrat 8,1 persen.

Selanjutnya adalah PPP 3,6 persen, PKS 2,9 persen, Nasdem 2,4 persen, PAN 2 persen, Berkarya 0,9 persen, Hanura 0,7 persen, PBB 0,6 persen, Garuda 0,4 persen. Sedangkan PSI berada di urutan terbawah dengan 0,1 persen.

 

Baca juga: Hendri: Elektabilitas Masih Rendah, Jokowi Harus Kerja Keras

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement