REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis mengatakan jembatan yang ambruk di Tuban Jawa Timur sudah terdeteksi bermasalah sejak 2015 lalu. Saat itu pihak kontraktor dan pengelola kata Fary sudah melakukan perawatan.
Namun Fary kembali mempertanyakan mengapa bisa jembatan yang baru tiga tahun diperbaiki sekarang malah ambruk dan menelan korban jiwa.
"Persoalan jembatan di Tuban itu sudah terdeteksi tahun 2015. Kalau benar informasi yang saya dapatin ya. Juga sudah ada tindakan pemeliharaan ketika itu yang saya ketahui. Sekarang ambruk. Lalu apa yang sebenarnya mereka lakukan," kata Fary di Kompleks Parlemen, Senaya, Jakarta, Rabu (18/4).
Anggota Fraksi Gerindra itu mengatakan besok akan ada tim dari Komisi V yang akan meninjau langsung ke lokasi kejadian. Ia berharap SOP pembangunan dan pemeliharaan yang disebutkan oleh Menteri Pekerjaan Umum sewaktu rapat kerja dengan Komisi V dapat terealisasi.
Baca juga, Jembatan Tuban-Lamongan yang Ambruk Sudah Berusia 30 Tahun.
Sekarang ia ingin adanya penjelasan dari Kemeterian PU mengenai apa yang sebenarnya terjadi."Besok kami akan tinjau lokasi dan ke beberapa tempatmelihat langsung apakah penjelasan pak menteri mengenai SOP yang dijelaskan pada kita dapat berjalan dengan baik," ujar Fary.
Direktur Pembangunan Jalan Bina Marga Kementerian PUPR Ghani Ghazali Akman mengatakan, ambruknya jembatan ani karena kalender jembatan tersebut sebenarnya memang sudah lama. Jembatan ini merupakan duplikasi dari penyeberangan lama yang ditambah dengan jembatan rangka baru. "Jembatan ini sudah 30 tahun usianya," ujar Ghani.