REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Setiap pemain biasanya siap berkorban apa pun demi memenangkan partai final Liga Champions. Namun, tidak bagi Mohamed Salah, yang tidak mau mengorbankan puasa Ramadhan-nya untuk memenangkan gelar Liga Champions.
Seperti dikutip dari Marca, Salah memilih tetap menjalankan ibadah puasa, meski sejumlah pihak mengkhawatirkan hal tersebut akan menurunkan performanya. Striker berusia 25 tahun itu memastikan dirinya akan tetap puasa jelang laga final Liga Champions melawan Real Madrid di Kiev, Ukraina, Sabtu (26/5).
Salah sudah berpuasa Ramadhan sejak 16 Mei lalu. Seperti dilaporkan harian Mesir Al Masry yang dikutip situs Marca, Salah berkeras tidak akan membatalkan puasanya demi partai final Liga Champions.
''Salah juga menyakinkan fan bahwa puasa tidak akan berdampak negatif pada performanya,'' sebut laporan tersebut.
Baca juga: Mancini Coba Formasi 4-3-3 pada Latihan Perdana Italia
Winger Leganes, Nabil El Zhar, mengaminkan bahwa puasa tidak mengganggu penampilan seorang pemain. El Zhar mengalami sendiri bahwa puasa Ramadhan justru memberi benefit bagi penampilannya. ''Itu karena ada perasaan bersih dalam diri,'' kata El Zhar.
Namun demikian, ahli gizi Jesus Munoz menyangsikan apakah faktor spiritual benar-benar mampu mendongkrak penampilan seorang pemain. ''Meskipun mereka merasa bersih hati, mereka kurang dalam persiapan fisik,'' kata Munoz.
Munoz menyakini hal tersebut yang akan terjadi pada Salah ketika Liverpool bertemu Real Madrid pada partai puncak nanti. Jika menjalankan puasa penuh pada hari pertandingan nanti, penampilan Salah diyakini akan terganggu.