Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

 

3 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Morgan Freeman Menyangkal Lakukan Pelecehan Seksual

Jumat 25 May 2018 06:56 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Bilal Ramadhan

Morgan Freeman

Morgan Freeman

Morgan mengatakan orang yang pernah bekerja bersamanya tahu dia tidak melakukannya

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Morgan Freeman telah merilis pernyataan setelah dituduh melakukan pelecehan dan perilaku tidak pantas. Dia menyatakan permintaan maaf untuk segala perilakunya yang membuat tidak nyaman wanita.

 

"Siapa pun yang mengenal saya atau telah bekerja dengan saya, tahu saya bukan seseorang yang sengaja akan menyinggung atau secara sadar membuat orang merasa tidak nyaman," ujar Freeman dalam sebuah pernyataan, dikutip dari E!News, Jumat (25/5).

(Baca: Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, Morgan Freeman Minta Maaf)

Penyataan itu keluar setelah CNN menerbitkan laporan tentang kesaksian 16 orang. Laporan penyelidikan selama sebulan itu menunjukkan pemenang Oscar berusia 80 tahun tersebut melakukan pelecehan seksual.

Delapan dari mereka adalah wanita yang menuduh Freeman melakukan pelecehan atau perilaku yang tidak pantas. "Saya meminta maaf kepada siapa pun yang merasa tidak nyaman atau tidak dihargai, itu tidak pernah saya maksudkan," ujar Morgan

Dari kedelapan wanita tersebut, dua mengatakan mereka adalah korban sentuhan yang tidak diinginkan oleh aktor. Salah satunya adalah asisten produksi yang menangani Freeman, Alan Arkin dan Michael Caine dalam film 'Going in Style' pada 2015.

Wanita yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan kepada CNN, dia mengalami beberapa bulan pelecehan selama produksi film. Mendapatkan laporan tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan Freeman, SAG-AFTRA sedang melakukan kajian.

Mereka menyatakan kalau tuduhan itu begitu kuat dan bertentangan dengan semua langkah untuk memastikan lingkungan kerja yang aman bagi para profesional di industri film.

"Setiap terdakwa memiliki hak untuk proses hukum, tetapi adalah titik awal kami untuk mempercayai suara berani yang datang ke depan untuk melaporkan insiden pelecehan. Mengingat Tuan Freeman baru-baru ini menerima salah satu kehormatan paling bergengsi dari serikat pekerja kami yang mengakui kinerjanya, oleh karena itu kami meninjau kembali tindakan korektif apa yang mungkin diperlukan saat ini," kata perwakilan organisasi aktor tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile