Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

5 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Timnas Putri Tetap Bersemangat Hadapi Thailand

Selasa 29 May 2018 15:02 WIB

Red: Israr Itah

Pelatih kepala Timnas Putri Indonesia Satia Bagdja Ijatna (kiri).

Pelatih kepala Timnas Putri Indonesia Satia Bagdja Ijatna (kiri).

Foto: Antara/Nova Wahyudi
Pada pertemuan pertama, timnas putri mendapatkan pelajaran dengan kekalahan 0-13.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Timnas sepak bola putri Indonesia tetap bersemangat menghadapi Thailand pada pertandingan persahabatan kedua di Stadion Jakabaring, Palembang, Rabu (30/5). Pada pertemuan pertama, timnas putri dipermalukan dengan skor 0-13.

Pelatih timnas putri Satia Bagdja Ijatna mengatakan, saat ini kondisi psikologis pemain sudah membaik setelah sempat menurun karena kekalahan telak.

"Kami tetap semangat. Anak-anak juga sudah siap baik fisik dan mental. Saya katakan, segera lupakan dan fokus pada laga yang di depan mata," kata Satia.

Ia mengatakan sejak awal tidak terlalu membebani skuat Garuda Pertiwi dengan target tinggi. Mengingat tim yang dihadapi ini merupakan wakil AFF (zona Asia Tenggara) ke Piala Dunia 2019 bersama Australia. Thailand juga sudah dijajarkan dengan tim elite sepak bola wanita Asia, yakni Jepang, Korea, dan Cina.

Laga persahabatan ini lebih ditekankan sebagai tolok ukur dan seleksi pemain yang akan diproyeksikan ke Piala AFF pada akhir bulan Juni 2018 dan Asian Games Agustus 2018. Ia menjelaskan, meski sudah beruji coba sebanyak 28 kali di dalam negeri, pada prinsipnya latih tanding itu tidak menggambarkan lawan-lawan yang bakal dihadapi di pertandingan internasional.

"Untuk lawan tim putri, tentunya sulit didapatkan di dalam negeri. Sementara bertanding dengan tim laki-laki, mereka tidak mau body contact," kata Satia.

Oleh karena itu, meski timnas putri menelan kekalahan telak tapi sejatinya mendapatkan banyak pelajaran. Ia mengatakan, dari evaluasi pertandingan pertama, kinerja pemain harus diperbaiki. 

"Sedapat mungkin memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi pada pertandingan sebelumnya. Itu saja, karena lawan levelnya sudah tinggi," kata dia.

Untuk itu, asisten pelatih timnas Putri tahun 1997 ini memilih tidak banyak merotasi pemain pada pertandingan kedua nanti. Dengan begitu, pemain dapat memetik pelajaran. Sebab jika banyak diubah, ia menilai para pemainnya tidak akan belajar. "Bisa dikatakan 78-80 pemain tidak diganti," kata Satia.

Timnas Indonesia mendapatkan kesempatan beruji coba dengan Thailand yang ingin menjajal venue Asian Games mendatang. Bagi Thailand, menjajal arena lebih awal ini sangat penting untuk menaikkan kepercayaan diri pemain. Sebab, tim Gajah Putih ditargetkan meraih medali pada Asian Games di Palembang, 18 Agustus-2 September 2018. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile