Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

12 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Negara Anggota G7 Bersumpah Perangi AS Soal Kebijakan Ini

Jumat 01 Jun 2018 17:02 WIB

Rep: Rizkyan Adhiyuda/ Red: Bilal Ramadhan

Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire

Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire

Foto: France 24
Kebijakan tarif ekspor baja dan alumunium AS ancam pertumbuhan ekonomi dunia

REPUBLIKA.CO.ID, WHISTLER -- Anggota negara G7 bersumpah untuk memerangi Amerika Serikat (AS) terkait tarif ekspor baja dan alumunium. Negara-negara sekutu Paman Sam menilai kebijakan AS mengancam pertumbuhan ekonomi dunia.

Pembahasan terkait perang perdagangan dengan AS rencananaya akan menjadi topik utama selama tiga hari pertemuan negara industri di Kanada. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin menjadi target utama dari protes dan lobi yang akan dilakukan negara-negara anggota G7.

Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire menuntut pembebasan total secara permanen dari tarif yang diberlakukan AS. Dia mengatakan, secara terpisah negara-negara Uni Eropa (UE) akan merespon dengan langkah-langkah mereka sendiri.

"Kebijakan tarif AS sangat tidak benar dan tidak bisa dibenarkan karena memberikan konsekuensi berbahaya untuk pertumbuhan ekonomi dunia," kata Bruno Le Maire.

Senada dengan Le Maire, Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz juga menentang penetapan tarif ekspor baja dan alumunium AS. Dia mengatakan, negara-negara anggota UE akan menunjukkan persatuan dan kedaulatan mereka serta akan melakukan tindakan yang nyata.

Seperti diketahui, AS segera memberlakukan peningkatan tarif 25 persen untuk impor baja dan 10 persen untuk aluminium. Kebijakan itu rencananya akan mulai diberlakukan pada Jumat tengah malam waktu setempat.

Penerapan keputusan itu sekaligus mengakhiri diskusi berbulan-bulan terkait isu tersebut. Menteri Keuangan Kanada Bill Morneau memprediksi diskusi terkait penetapan tarif itu akan menjadi hal yang menarik. Menurut Morneau, pembahasan kemungkinan akan menimbulkan friksi antar negara anggota.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile