Sabtu 07 Jul 2018 01:19 WIB

Pompeo Tagih Janji Korut Soal Denuklirisasi

Setidaknya Pompeo ingin mendapatkan daftar fasilitas nuklir Korut untuk dicek

Rep: Rizkyan Adhiyuda/ Red: Bilal Ramadhan
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo
Foto: Time
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo

REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo tiba di Korea Utara (Korut). Kedatangan Pompeo ke Pyongyang guna menagih janji pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un terkait pelucutan senjata nuklir.

Pompeo akan mengonfirmasi detail rencana pemerintah Korut untuk melucuti persenjataan nuklir mereka secara menyeluruh dan terverifikasi. Pompeo juga akan mencari jaminan keamanan bagi militer AS yang hilang sejak perang Korea.

Kedatangan Pompeo disambut oleh pejabat senior Korut Kim Yong Chol. Pompeo akan berada di Pyongyang hingga sabtu (7/7) waktu setempat. Ini akan menjadi kali pertama bagi Pompe unutk menghabiskan malam di Pyongyang.

"Presiden mengatakan kepada saya jika dia percaya pemimpin Kim melihat masa depan yang berbeda dan lebih cerah bagi masyarakat Korut. Kami harap itu benar," kata Pompeo.

Selama berada di Korut, Pompeo setidaknya ingin mendapatkan daftar fasilitas nuklir untuk dilakukan pengecekan berdasarkan intelejen AS. Gedung Putih mengatakan, denuklirisasi dan repatriasi perseonel militer AS akan menunjukan keseriusan Kim terkait KTT di Singapura.

"Jika mereka serius, baru kita bisa bicara lebih lanjut terkait ketentuan denuklirisasi," kata Pompeo.

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS membantah kedatangan Pompeo menunjukkan pendekatan AS yang semakin melunak. Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatkaan, kebijakan negara terhadap Korea Utara tidak akan berubah.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement