Wasekjen Golkar: Carilah Calon Selain Ical
Selasa , 13 May 2014, 16:08 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menggunakan hak pilih di TPS 32, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/4). (Republika/ Wihdan)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra sudah menentukan arah koalisinya untuk Pemilu Presiden (Pilpres) 2014. PDIP merapat ke PKB dan Nasdem, sementara Gerindra sudah sejalan dengan PPP dan PAN.

Kemana arah Golkar? Hingga kini belum ada kejelasan mengenai langkah Golkar berikutnya. Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Musfihin Dahlan mengaku, Golkar masik memungkinkan merapat ke PDIP dan Gerindra. Pintu kedua partai tersebut pun masih terbuka untuk persentase suara Golkar.

Selain itu Golkar juga bisa merapat ke Demokrat yang sejauh untuk belum memiliki mitra koalisi. Untuk Demokrat, ada hal khusus yang disampaikan Musfihin. Golkar lebih tinggi dari Demokrat dalam perolehan suaranya.

Golkar menduduki tempat kedua dengan 18.432.312 suara (14,75%), dan Demokrat berada di posisi keempat dengan Partai Demokrat 12.728.913 suara (10,9%). Musfihin pun meminta agar Golkar mengajukan calon presiden jika bermitra dengan Demokrat.

''Tapi carilah calon presiden selain Ical,'' kata dia, Selasa (13/5).
 
Ia mengakui, Golkar masih mengusung Ical sebagai calon presiden. Namun, dari kader tetap ada usulan untuk membuka kemungkinan peluang kader Golkar menjadi presiden atau wakil presiden selain Ical. Musfihin pun enggan menyebutkan siapa capres dari Golkar jika berkoalisi dengan Demokrat.

''Semuanya nanti diputuskan oleh Rapimnas,'' kata dia.

Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Reporter : Wahyu Syahputra
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar