Hadapi PHPU, Hakim Sering Menginap di MK
Rabu , 20 Aug 2014, 14:47 WIB
Agung Supriyanto/Republika
Ketua Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva (tengah) bersama Hakim Konstitusi mendengarkan keterangan saksi dari pihak terkait (kubu Jokowi - JK) pada sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres Tahun 2014 di Gedung MK,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama 14 hari Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menangani perkara perselisihan hasil pemilu umum (PHPU) presiden/wapres 2014. Mereka memeriksa perkara dari pagi hingga malam. 

Bahkan beberapa hakim MK lebih memilih menginap di ruang istirahat di gedung MK demi menyelesaikan pekerjaan. 

"Kalau sidang sampai malam, hakim tidak pulang dan menginap di MK. Karena hakim perlu istirahat, kan kelelahan," ujar Sekjen MK, Janedjri M Gaffar di ruang kerjanya, Rabu (20/8).

Ia menuturkan, ruang tempat istirahat para hakim masih berada di gedung MK dengan fasilitas sangat sederhana. "Tempat istirahat ada. Sederhana saja. Daripada nginep di hotel, nggak ada hotel bintang tiga," ungkapnya.

Selain itu, untuk menjaga kesehatan tubuh para hakim, mereka mendapatkan fasilitas khusus dari dokter yang sudah dipersiapkan MK atau bantuan dari pemerintah. 

"Kita menyiapkan dokter spesialis jantung, rekap medik, ahli dalam dan umum. Serta tim dokter dari RSCM dan RSPAD, selain dokter sendiri. Kita perhatikan makanan jangan sampai terganggu kesehatan," katanya. 

Menurutnya, tiap dua orang dokter spesialis akan memeriksa para hakim. Para hakim menjaga kesehatannya dengan menjaga asupan makan. Namun, tidak ada cara khusus yang dilakukan untuk menjaga kesehatan para hakim. 

"Hanya makanan yang kita jaga. Hanya mengandalkan dokter. Total delapan orang untuk dokter spesialis," katanya.

Redaktur : Mansyur Faqih
Reporter : c75
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar