Kabinet Jokowi-JK Bakal Diisi Tim Sukses?
Senin , 25 Aug 2014, 12:52 WIB
Yasin Habibi/Republika
Presiden dan Wapres terpilih Joko Widodo, dan Jusuf Kalla menggelar konferensi pers di rumah Dinas Gubernur, Jakarta, Kamis (21/8). Jokowi mengapresiasi keputusan MK yang menolak gugatan Prabowo Hatta.

REPUBLIKA.CO.ID,JEMBER--Pengamat politik Universitas Jember Drs Joko Widodo MSi mengatakan sejumlah nama tim sukses memiliki peluang yang cukup besar untuk menjadi menteri dalam kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Ada beberapa nama tim sukses yang layak untuk menduduki jabatan menteri di antaranya Khofifah Indar Parawansa dan Anis Baswedan karena keduanya profesional dan memiliki 'track record' yang baik," tuturnya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin.

Menurut dia, Anis Baswedan bisa menduduki jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan karena Rektor Universitas Paramadina itu menjadi perintis gerakan Indonesia Mengajar dan memberikan kontribusi yang besar pada Pilpres 2014.

Sedangkan Khofifah yang menjadi juru kampanye Jokowi-JK pada saat Pilpres juga layak untuk menduduki jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak dibandingkan Puan Maharani karena Ketua PP Muslimat Nahdlatul Ulama itu memiliki pengalaman di era pemerintahan almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan rekam jejaknya juga bersih.

"Kedua nama itu layak mengisi kabinet Jokowi-JK karena mereka memang memiliki kompetensi dan kapabel untuk menjabat sebagai menteri, meskipun Anis Baswedan yang menjadi Deputi Rumah Transisi mengatakan para pengurus Rumah Transisi tidak berpeluang menjadi kandidat menteri," paparnya.

Menentukan menteri yang akan duduk di kabinet, kata dia, merupakan hak penuh dari presiden dan diharapkan Jokowi menggunakan kewenangan tersebut, tanpa ada campur tangan dari pihak manapun termasuk partai pendukung.

"Para menteri yang akan duduk di kabinet merupakan para pembantu utama presidan, jadi selain harus sesuai dengan bidangnya juga bisa bekerja sama dengan presiden dan wakil presiden," kata dosen FISIP Universitas Jember itu.

Joko juga menyarankan Jokowi-JK tetap mempertahankan Dahlan Iskan sebagai Menteri BUMN karena selama ini kinerja mantan Direktur Utama PLN tersebut cukup bagus dan mampu memperbaiki kinerja sejumlah perusahaan milik pemerintah tersebut.

Sementara pengamat hukum tata negara dari Universitas Jember Dr Widodo Eka Tjahyana berharap Jokowi-JK memilih Menteri Hukum dan HAM yang memiliki rekam jejak yang bersih dan menegakkan hukum tanpa ampun terhadap para koruptor.

"Siapa saja bisa menduduki jabatan Menkum HAM, namun saya berharap itu dari kalangan profesional yang memiliki karir bersih di aparat penegak hukum dan memberikan dukungan penuh kepada KPK dalam upaya pemberantasan korupsi," tuturnya.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar