REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gonjang-ganjing pencalonan Ketua KPK Abraham Samad sebagai cawapres makin kencang. Bagi yang kontra, pencalonan Samad sebagai cawapres Prabowo Subianto dinilai tidak cukup efektif.
"Jika hanya Partai Gerindra yang mengusungnya jelas tidak berbunyi, tidak efektif," kata pengamat komunikasi politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Iman Mukhroman di Jakarta, Rabu (19/3).
Sebaliknya, kata Iman, bisa menjadi efektif jika Gerindra memperoleh suara di atas 30 persen pada pemilu 2014. Jika Gerindra tidak mencapai target itu tentu sulit terwujud duet Prabowo-Samad.
Iman menuturkan, Samad harus bisa memperoleh dukungan parpol selain Gerindra untuk maju sebagai cawapres. Jelas, ini tidak mudah bagi samad.
Yang paling mungkin, kata Iman, Partai Demokrat yang bisa memperkuat dukungan kepada Gerindra untuk mengusung Samad. "Parpol Islam kemungkinan masih berat mengangkat Samad dan cenderung memilih Mahfud MD," Iman menegaskan.