REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menceritakan keputusannya meninggalkan Partai Golkar. Setelah ikut konvensi capres partai beringin itu pada 2004, ia akhirnya memutuskan tidak lagi menjadi kader Golkar.
Pada 2008, Prabowo memilih untuk mendirikan Gerindra. "Pak Wiranto pertama tidak tahan. Saya mencoba bertahan beberapa bulan, tidak tahan dan keluar. Mental di Golkar mental uang, jual beli jual beli," kata Prabowo saat berdiskusi dengan DPP Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) di Jalan Diponegoro, Selasa (22/4). Acara itu dihadir Jenderal (Purn) Agum Gumelar dan Wismoyo Arismunandar.
Menurut Prabowo, keinginan untuk mengubah kondisi bangsa membuatnya mendirikan partai baru yang ingin mengusung misi nasionalisme. Pasalnya, partai yang sudah eksis di Indonesia tidak ada yang mencoba memperjuangkan nasib rakyat Indonesia.
Kalaupun ditagih, kata dia, hanya janji mulut saja yang keluar. Realisasinya tidak ada. "Semuanya lips service. Saya terpaksa mendirikan Gerindra," ujowoar mantan panglima Kostrad itu.