Home >> >>
Golkar Bantah Ada Pertemuan Ical-Megawati di Bali
Sabtu , 10 May 2014, 18:30 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menggunakan hak pilih di TPS 32, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/4). (Republika/ Wihdan)

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Partai Golongan Karya membantah adanya pertemuan ketua umum partai berlambang pohon beringin itu Aburizal Bakrie atau Ical dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri di Bali.

"Pak Ical ke Bali untuk menghadiri undangan pernikahan di salah satu hotel di kawasan Nusa Nua," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Gde Sumarjaya Linggih di Denpasar, Sabtu (10/5).

Menurut pria yang akrab disapa Demer itu, Ical saat ini sudah ada di Pulau Dewata dan diperkirakan hingga Ahad (11/5).
Namun, pihaknya tidak memungkiri partainya terus melakukan komunikasi intensif dengan para elite partai politik lain untuk membangun strategi memenangi Pemilu Presiden 2014.

Terkait dengan kemungkinan Ical menjadi Calon Wakil Presiden mendampingi Joko Widodo atau mendampingi Prabowo Subianto, Damer menyatakan bahwa hal itu akan dibahas pada Rapat Pimpinan Nasional Partai Golkar pada 17 Mei 2014. "Kemungkinan berduet dengan siapa pun nanti akan dibahas pada Rapimnas, tidak bisa diputuskan sepihak," ujarnya.

Politikus asal Kabupaten Buleleng itu yakin Partai Golkar mampu memenangi Pilpres 2014.

Sementara itu, sejak Kamis (8/5) Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri sudah berada di Bali. "Ibu Megawati ke Bali urusan pribadi. Tidak ada kaitannya dengan politik. Ibu ingin merenung di Bali. Beliau menganggap Bali adalah rumah keduanya," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristianto.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar