Seorang petugas teller menghitung mata uang rupiah. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasca Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan bahwa Jusuf Kalla (JK) akan menjadi calon wakil presiden yang bersanding dengannya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Bank Indonesia (BI) menilai penguatan tersebut hanya sementara.
Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, banyak eksportir atau pemilik dana yang mengikuti perkembangan politik. Para pemilik dana tersebut menilai koalisi antara Jokowo dan JK adalah kabar yang baik. "Begitu melihat politik menunjukan kondisi baik, mereka melepas valasnya," ujar Agus, Senin (19/5).
Agus mengatakan, para eksportir percaya saat ini adalah waktu yang tepat untuk melepas dolar AS. Dengan banyaknya dolar AS yang dilepas, pasokan valas menjadi besar. Kendati demikian, Agus menilai penguatan rupiah saat ini masih temporer. "Secara fundamental yang sekarang kalau terjadi perubahan lebih karena temporer karena perkembangan situasi politik," ujarnya.
BI berharap ke depannya Pilpres dapat menghasilkan pemimpin yang dipercaya pasar sehingga tingkat kepercayaan dari pemiliki dana menjadi tinggi. Sehingga pada akhirnya penguatan rupiah akan bersifat permanen.