Home >> >>
Gubernur Bali Berharap TNI Netral Dalam Pilpres
Rabu , 28 May 2014, 16:23 WIB
Antara
Made Mangku Pastika

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta jajaran TNI tetap mengedepankan netralitas dan independensi dalam tahapan Pemilihan Presiden – Wakil Presiden 9 Juli 2014 mendatang. Hal itu disampaikannya saat menghadiri pesta rakyat dalam rangka HUT ke-57 KODAM IX Udayana dilapangan Puputan Badung, Selasa malam (27/5).

Di usianya yang ke-57 urai Pastika, Kodam IX/Udayana harus semakin mantap mendedikasikan  diri dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia-NKRI dan meminta TNI di jajaran Kodam IX/Udayana, secara berkesinambungan mendekatkan diri dengan rakyat. "Untuk mewujudkan kemanunggalan, TNI harus selalu mendekatkan diri sekaligus meningkatkan sinergi dengan rakyat." Kata Pastika.

Kegiatan diisi dengan pesta rakyat dengan menampilkan sejulah acara pertunjukan seni, serta makan nasi bungkus bersama rakyat. Hadir dalam acara itu antara lain, Kapolda Bali, Irjen Pol Beny Mokalu.

Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya pada kesempatan itu menyampaikan, bahwa pihaknya sengaja menyelenggarakan pesta rakyat ketimbang apel atau devile untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. Terkait pemilihan Presiden – Wakil Presiden 9 Juli mendatang, dia berharap pilpres berlangsung dengan aman, kondusif dan, yak tercipta iklim Bali yang santhi lan jagadhita. "Kodam IX/Udayana siap menjaga kondusifitas Bali-Nusra, terutama menjelang serta pelaksanaan tahapan Pilpres," katanya.

Wisnu berharap, masyarakat Bali tetap tenang dalam melaksanakan tahapan demokrasi di Bali. Bali sebutnya, agar bisa menjadi contoh dan tolok ukur berdemokrasi yang baik di Indonesia. Dia mengimbau, agar masyarakat Bali selalu mendukung Gubernur, Bupati/Walikota dalam melaksanakan pembangunan, sehingga harapan Bali untuk dapat lebih meningkatkan kesejahteraan segera terwujud

Redaktur : Muhammad Hafil
Reporter : ahmad baraas
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar