Home >> >>
Prabowo Tekankan Kekuatan Nasional untuk Politik Internasional
Ahad , 22 Jun 2014, 20:42 WIB
Aditya Pradana Putra/Republika
Prabowo Subianto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon presiden nomor urut satu Prabowo Subianto menekankan untuk mengamankan kekuatan nasional dan kekayaan nasional dalam politik internasional. Menurutnya, Politik luar negeri tidak akan berarti kalau kondisi dalam negeri lemah.

"Mau tidak mau politik luar negeri adalah cermin kondisi dalam negeri, ini yang fundamental," katanya dalam debat ketiga antara capres di Hotel Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta, Ahad (22/6).

Prabowo menegaskan, politik luar negeri dan ketahanan nasional tidak bisa lepas dari tujuan bernegara. Tujuan berbegara, kata dia, adalah mencari keamanan bersama dan yang lebih penting adalah mencari kemakmuran bersama.

Menurut capres yang diusung koalisi merah putih ini, kondisi geografis Indonesia sangat unik dan strategis. Semua perdagangan dari dua benua yakni Asia dan Australia melewati bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, kata dia, keamanan adalah hal yang utama.

Prabowo melanjutkan, banyak kekayaan nasional diambil ke luar negeri. Menurutnya, kunci politik luar negeri yang kuat adalah ekonomi yang kuat, rakyat berkecukupan sandang, papan, dan pangannya. Maka, kata dia, ketahanan Indonesia akan kuat.

Menurut Prabowo, ketahanan nasional, keamanan dan keselamatan nasional terletak pada kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. "Tidak mungkin kalo rakyat miskin kita akan kuat. Ini jadi dasar politik luar negeri saya," katanya.

Redaktur : Maman Sudiaman
Reporter : c30
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar