Home >> >>
Oni Suwarnan: Kabayan Masuk Senayan
Ahad , 11 May 2014, 18:58 WIB
www.rizwardtsilver.blogspot.com
Kartun Kabayan

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Oni Suwarman alias Oni SOS, mengaku tak menyangka dukungan masyarakat Jabar begitu besar. Sehingga tokoh pemeran si Kabayan ini bakal duduk di kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Alumnus fakultas Sastra Unpas kelahiran Subang 5 Maret 1978 ini memastikan akan menjalankan tugasnya sebagai anggota DPD dengan jiwa dan sikap si Kabayan yang selalu diperankannya dalam acara  televisi.

"Kabayan itu lugu, polos, dan bodo itu justru apa adanya. Dia akan menyampaikan situasi dan kondisi masyarakat di Jabar dengan sejujur-jujurnya. Bukan cuma pragmatis,  si Kabayan juga diharapkan bodo kana korupsi. Ini komitmen saya saat memulai kampanye," tutur dia.

Oni mengaku telah mempersiapkan program-program yang akan dijalankannya setelah dilantik menjadi anggota DPD. Selama berkampanye, ia mengaku banyak mendapat masukan dan informasi tentang kondisi masyaraklat  Jabar. Masukan dan informasi tersebut, kata dia, akan ditunagkan dalam program kerjanya sebagai senator.

‘’Sebelum kampanye saya memang sudah terbiasa keliling wilayah Jabar sebagai pelawak. Jadi saat saya kembali mengunjungi daerah-daerah itu masyarakat taka sing lagi dengan saya,’’tutur dia yang mengaku hanya menghabiskan uang tak lebih dari Rp 100 juta untuk ke Senayan.

Oni mengatakan, banyak dibantu oleh rekan-rekannya saat melakukan kampanye dan sosialisasi. Setiap mengunjungi daerah untuk berkampanye, ia mengaku dibantu oleh sabahat dan teman-temannya, terutama yang bergelut di dunia entertaimen. Mereka, kata dia, akan yang membantu membuatkan tenda, menyumbang makanan, dan lain sebagainya.

‘’Saya hanya tinggal datang dan silaturahmi dengan masyarakat. Saya memberikan apresiasi kepada sahabat dan kawna-kawan yang secara sukarela membantu saya,’’tutur dia.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : joko suceno
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar