REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pakar nutrisi dan teknologi pakan ternak Institut Pertanian Bogor (IPB), Komang Gede Wiryawan, menganjurkan penggunaan probiotik untuk alternatif imbuhan pakan ayam, kambing, dan sapi. Menurutnya, penggunaan probiotik memiliki manfaat lebih baik dibandingkan antibiotik, yang lebih awam digunakan para peternak saat ini.
"Penggunaan probiotik sebagai imbuhan pakan ternak lebih ramah terhadap kesejahteraan manusia, ternak, dan lingkungan," ungkap Komang.
Dia menjelaskan, banyak kelebihan dari penggunaan probiotik yang merupakan suplemen mikroba hidup itu. Bagi ternak, konsumsi probiotik dapat mencegah terjadinya kelainan metabolisme, mengurangi produksi gas metana, mendetoksifikasi racun dan merangsang sistem kekebalan tubuh. Keuntungan bagi peternak, probiotik lebih mudah diproduksi, lebih murah, dan mudah diperoleh. Mikroba yang dapat digunakan sebagai probiotik yaitu bakteri asam laktat, ragi, dan kapang.
"Meski demikian, ada kelemahan yang perlu kajian lebih yakni hasil probiotik yang belum konsisen, masa simpan terbatas, dan pemberian pada ternak yang kurang praktis," tuturnya.
Ia mengungkap, mayoritas peternak saat ini masih menggunakan antibiotik untuk imbuhan pakan ternak. Padahal, pemberian antibiotik pada ternak dalam jangka panjang menyebabkan ternak kebal terhadap bakteri patogen. Akibatnya, manusia yang mengonsumsi produk ternak tersebut akan turut kebal terhadap bakteri. Kondisi yang disebut residu antibiotik itu telah dilaporkan dalam sejumlah penelitian di dalam dan luar negeri.
Karena kondisi demikian, Komang menginformasikan, penggunaan antibiotik sebagai pemacu pertumbuhan ternak sudah dilarang sejak tahun 2003 di negara-negara Uni Eropa. Di Indonesia sendiri, telah ada pelarangan yang tercantum dalam Pasal 22 Ayat 4c UU Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 18 Tahun 2009.