REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Universitas islam Bandung (Unisba), terus berupaya untuk menghilangkan plagiasme pada karya ilmiah mahasiswa. Menurut Rektor Unisba, Edi Setiadi, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar Seminar Penelitian Sivitas Akademika (Spesia) Unisba.
Semua skripsi atau karya ilmiah mahasiswa Unisba harus diseminarkan baru nanti tampilkan secara daring. Edi menilai, dengan Spesia ini sangat efektif untuk menekan plagiasme. Sebab, dengan ditampilkan secara daring, akan mudah terdeteksi jika ada mahasiswa yang bersikap curang dengan menyalin atau 'copy paste' karya milik orang lain.
Melalui Spasia ini, menurut Edi, Unisba ingin mendidik kejujuran semua mahasiswa serta menciptakan iklim ilmiah. "Kalau mereka tak jujur, maka mereka tak akan dipercaya saat meneliti lagi. Anak-anak ini harus dididik agar jujur minimal untuk diri sendiri," katanya.
Edi mengatakan, Spesia ini pun mencerminkan dunia kampus adalah dunia ilmiah. Jadi, peserta Spesia adalah mahasiswa tingkat akhir, yang sudah mengikuti dinalisasi proses belajar di Unisba untuk mempertahankan kesarjanaannya.
Spesia digelar sejak 2014. Setiap tahun, rata-rata ada 600 makalah. Jadi, semuanya ada 3 ribu makalah. Hingga saat ini, kata dia, satu tulisan pun belum ada keluhan. Artinya, tidak ditemukan ada plagiarisme. Mulai tahun depan, ia tak hanya mewajibkan untuk mahasiswa S1. Namun, untuk mahasiswa pasca sampai S3 diwajibkan untuk Spesia.