REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -– Indonesia merupakan surga bagi konten yang mengandung nilai cerita. Setiap daerah memiliki cerita rakyat (folklore), asal-usul tempat atau sejarah, biografi tokoh, sejarah kesenian dan lainnya. Potensi tersebut sayangnya tidak semua ada dalam buku. Sehingga semua kekayaan ini berpotensi musah.
PT Telkom Indonesia memiliki kepedulian dengan kekayaan budaya yang ada. Karenanya, perusahaan plat merah ini meluncurkan Gerakan 1001 Cerita Nusantara. Dalam mendukung program tersebut, disediakan wadah berupa ekosistem buku digital di Indonesia yang dinamai Qbaca.
“Kami membuatkan wadah bagi penulis dan penerbit dalam sebuah wadah bernama Qbaca. Bersamaan dengan itu, juga digelar workshop Menggagas 1001 Cerita Nusantara, Mengorbit Bersama Qbaca,” kata Executive General Manager Division Solution Convergence PT Telkom Achmad Sugiarto, usai workshop yang digelar di Kantor Telkom Kotabaru Yogyakarta, Rabu (2/4).
Selain Yogyakarta, acara serupa juga pernah dilakanakan di Medan, Padang, Surabaya, Bandung, Balikpapan, Makasar, Bali, dan Jakarta. Acara gratis ini diperuntukkan bagi penerbit, penerbit mandiri (self-publisher), penulis, pengelola komunitas, literasi, pengelola perpustakaan/ taman bacaan masyarakat, pengelola lembaga budaya, dan akademisi.
Antok- panggilan akrab Achmad Sugiarto melanjutkan, Telkom memiliki keinginan untuk menyelamatkan konten nusantara yang semakin tenggelam. Belum lagi, konten-konten tersebut, banyak yang lari ke negara lain, terutama ke Eropa dan Amerika.
Ditambahkan Antok, nantinya Telkom menghimpun dalam bentuk digital berupa e-book yang ditayangkan di Qbaca.“Qbaca merupakan platform buku digital yang bisa diakses dari Android, ioS, maupun Windows Phone. Konten itu akan bisa digunakan sebagai konten pendidikan untuk anak-anak,” imbuh Antok yang didampingi Kepala Wilayah Telkom Yogyakarta Firdaus Roeswandi.
Praktisi Penulisan-Penerbitan Bambang Trim mengatakan, penerbit dan penulis sudah saatnya memanfaatkan perkembangan teknologi informasi yang ada.“Tren generasi muda sekarang sudah mengarah ke sana,” kata Bambang yang juga Ketua Kompartemen Diklat-Litbang-Informasi Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) ini.