Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

4 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Untuk Pertama Kali, Surga Judi di Makau Tutup

Senin 17 Sep 2018 04:01 WIB

Rep: Marniati/ Red: Teguh Firmansyah

Petugas SAR berusaha mencari korban longsor yang tertimbun saat badai Mangkhut menerjang Baguio City, di utara Manila,

Petugas SAR berusaha mencari korban longsor yang tertimbun saat badai Mangkhut menerjang Baguio City, di utara Manila,

Foto: STR/EPA EFE
Wilayah Kasino di Makau diprediksi akan terkena banjir besar.

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Untuk kali pertama Makau menutup  semua kasinonya menyusul topan Mangkhut mulai mendekati wilayah itu pada Ahad (16/9). Penutupan ini dilakukan setelah pihak berwenang memperingati bahwa daerah kantong judi itu akan dilanda banjir besar.

Seperti dilansir Channel News Asia, Senin (17/9), pemerintah Makau dikecam keras oleh penduduk pada tahun lalu karena gagal mempersiapkan kota menjelang Topan Hato, yang menyebabkan kerusakan luas dan 12 orang tewas.

Sebuah pernyataan dari pihak berwenang pada Sabtu malam mengatakan keputusan untuk menutup 42 kasino di Makau disetujui oleh pemimpin kota dan pemilik kasino.

"Penghentian operasi  adalah untuk keselamatan karyawan kasino, pengunjung  kota dan penduduk," kata pernyataan pemerintah.

Baca juga,  Sekitar 64 Orang Dinyatakan Tewas Akibat Badai Mangkhut.

Staf kasino mengatakan kepada AFP bahwa tempat-tempat akan ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.  Biro cuaca Makau menyebut peringatan badai akan dinaikkan ke level tertinggi T10  pada Ahad  dengan hujan dan angin kencang  diperkirakan terjadi sekitar tengah hari waktu setempat. Toko yang  biasanya penuh sesak dengan turis, sekarang menjadi sepi.

Makau, sebuah kota semi selatan otonom di Cina, dipenuhi Pasukan Pembebasan Rakyat Cina yang membantu pemulihan setelah badai Hato. Kepala cuaca kota itu mengundurkan diri setelah badai, yang merupakan bencana terburuk di Makau dalam lebih dari 50 tahun. Pemerintah dipaksa untuk meminta maaf karena gagal mempersiapkan penduduk untuk menghadapi bencana itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile