REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Seminar motivasi (semot) yang diselenggarakan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) tahun ini ada yang berbeda, yakni diselenggarakan pula seminar tematik.
Pada seminar ini, mahasiswa baru (maba) UBSI diberi pembekalan sepenuhnya sebelum melaksanakan kegiatan perkuliahan, guna mencetak lulusan yang siap bersaing di era digital 4.0 ini.
Siaran pers UBSI yang diterima Republika.co.id, Kamis (27/9) menyebutkan, seminar tematik itu dihadiri sebanyak 60 mahasiswa baru jurusan Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Seminar diadakan di BSI Convention Center, Bekasi Utara, Bekasi, Jawa Barat, Ahad (16/9).
Seminar yang diselenggarakan pada waktu yang bersamaan dengan Semot ini, bertujuan untuk mengenalkan program studi yang sekarang berada di payung Universitas Bina Sarana Informatika dengan nama program studi (prodi) Sistem Informasi Akuntansi, Fakultas Teknologi Informasi. Sebelumnya bernama prodi Komputerisasi Akuntansi.

Ketua Program Studi Sistem Informasi Akuntansi UBSI memberikan materi kepada mahasiswa baru UBSI.
Ketua Prodi SIA UBSI, Eni Heni Hermaliani menjadi pembicara pada seminar kali ini. Ia mengajak kepada maba agar bisa menyiapkan bekal untuk masa depan. Terlebih, lanjutnya, di era industri 4.0 persaingan akan semakin kompetitif.
“Saat ini kita berada di era milenial dan digitalisasi ICT era industri 4.0 di mana persaingan semakin kompetitif. Karena itu, kalian harus menjadi lulusan yang memiliki keterampilan dan kompetensi untuk bersaing sebagai insan yang memiliki profesionalisme,” katanya, kepada maba saat acara berlangsung.
Eni juga menjelaskan lulusan dari SIA nantinya akan menjadi programer yang menguasai pengembangan sistem dan aplikasi dibidang sistem informasi akuntansi. Sehingga penguatan keterampilan utamanya adalah keilmuan komputer dan keilmuan akuntansi keuangan.
Selain itu, sambungnya, tidak hanya difokuskan pada disiplin ilmunya saja. Ada juga kegiatan sertifikasi yang diselenggarakan oleh pihak Lembaga Sertifikasi Profesi kampus yang bekerja sama dengan BNSP maupun sertifikasi dengan pihak lainnya.
“Untuk itu mahasiswa dituntut agar meniatkan dari sekarang tidak salah memilih jurusan atau program studi. Gali pembelajaran dengan sebaik mungkin. Tidak hanya merasa cukup di kelas. Sumber belajar sangat luas dengan adanya berbagai kegiatan sertifikasi maupun pelatihan yang diadakan kampus nantinya,” paparnya. .
Antusiasme mahasiswa terlihat, terutama diakhir acara, saat sesi tanya jawab. Banyak dari mereka yang memanfaatkan dengan bertanya seputar materi yang disampaikan maupun pengetahuan mengenai prodi SIA lainnya.