REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Mahasiswa baru Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) selain disambut dengan Seminar Motivasi (Semot), juga dibekali dengan rangkaian kegiatan lainnya terutama seminar tematik. Kegiatan tersebut diadakan di UBSI Kaliabang nomor 8, Perwira, Bekasi Utara, Bekasi, Jawa Barat, Ahad (16/9).
Seminar tematik Program Studi (Prodi) Manajemen Perpajakan yang bertemakan ‘Generasi Milenial Pembawa Perubahan’ ini sebagai salah satu upaya kampus memberikan kegiatan positif sebagai bekal pengenalan dengan dunia kampus dan program studi yang dipilih.
Salah satu nara sumber seminar tersebut, Dwiyatmoko Puji Widodo mengatakan, pemajakan transaksi berbasis internet adalah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini dan di masa datang. Penghindaran pajak oleh Google di Indonesia baru-baru ini adalah contoh dari gunung es ekonomi berbasis internet (internet economy) yang belum dapat dikelola secara sempurna oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
“Di satu sisi, kasus penghindaran pajak tersebut menyangkut hukum pajak internasional. Namun, di sisi lain kasus Google membuka mata kita bahwa ada banyak yang belum kita pahami tentang internet economy,” kata Dwi dalam rilis UBSI yang diterima Republika.co.id, Jumat (28/9).
Lebih lanjut, Dwi mengatakan, generasi milenial khsususnya mahasiswa baru Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dituntut harus membuka pandangan dan pengembangan perpajakan yang progresif.
“Mahasiswa UBSI, harus siap untuk menghadapi perubahan dunia usaha yang begitu cepat melalui bidang manajemen perpajakan. Karena di era disruptive saat ini, yang dapat bertahan adalah yang dapat menerima perubahan dengan cepat,” kata Dwi.
Pernyataan Dwi tersebut disepakati oleh pembicara kedua, Seno Sudarmono Hadi. Menurutnya, pembekalan-pembakalan untuk menghadapi perubahan-perubahan tersebut harus dimulai sejak di awal perkuliahan.
“Mahasiswa baru UBSI, sudah harus tahu dan paham dengan perubahan-perubahan di segala bidang, terutama di bidang perpajakan. Pembekalan tersebut, dimulai dari seminar tematik prodi Manajemen Perpajakan,” kata Seno Sudarmono Hadi.
Seno menambahkan, pada seminar ini mahasiswa baru diberikan pembekalan ilmu pengetahuan di luar ilmu perkuliahan yaitu tentang wawasan mengenai posisi perpajakan terhadap era disruptif.
“Dengan harapan, dengan pembekalan sejak awal perkuliahan, mahasiswa perpajakan UBSI dapat lebih memahami dan dapat mengembangkan kompetensi yang harus dimiliki selama berkuliah di UBSI. Sehingga, mereka menjadi salah satu lulusan yang kompeten,” ujar Seno.