Jumat 12 Oct 2018 21:50 WIB

DKI Jakarta Juara Umum MTQ Nasional 2018

Wapres Jusuf Kalla menyerahkan penghargaan juara umum MTQ Nasional.

Rep: Muhyiddin/ Red: Agung Sasongko
Presiden Jokowi meresmikan pembukaan MTQ Nasional XXVII tahun 2018 di Kota Medan, Ahad (7/10).
Foto: Republika/Dessy Suciati Saputri
Presiden Jokowi meresmikan pembukaan MTQ Nasional XXVII tahun 2018 di Kota Medan, Ahad (7/10).

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Dewan Hakim Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke-27 menetapkan DKI Jakarta sebagai juara umum MTQ 2018. Hal tersebut diumumkan pada malam penutupan MTQ Nasional ke-27 di Astaka Utama Gedung Serbaguna, Jalan Wiliam Iskandar, Medan, Jumat (12/10) malam.

Dalam acara penutupan ini, Ketua Dewan Hakim MTQN 2018, Prof Rom Rowi satu per satu mengumumkan para pemenag dari 12 cabang MTQ yang diperlombakan sejak 7 Oktober lalu.

Setelah itu, dia pun mengumumkan juara umum MTQ l 2018 yang dimenangkan oleh Provinsi DKI Jakarta. Juara kedua diraih Provinsi Banten, dan ketiga diraih Provinsi Sumatera Utara.

"Juara umum MTQ 2018, pertama DKI Jakarta, Kedua Provinsi Banten, ketiga Provinsi Summatera Utara," kata Prof Rowi.

Dia melanjutkan, juara keempat diraih Kepulauan Riau, juara kelima diraih Jawa Timur. Sementara, juara keenam diraih poleh Kepulauan Riau dan Jawa Barat. Menurut dia, kedua provinsi tersebut memiliki nilai yang sama.

"Dan juara ketujuh Aceh, kedelapan DIY, kesembilan Nusa Tenggara Barat, dan kesepuluh Kalimantan Selatan," ucap Rowi.

Rowi mengatakan, keputusan tersebut tidak dapat diganggu gugat. Penghargaan juara umum kepada DKI Jakarta itu kemudian diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Penghargaan tersebut berupa piala berukuran besar.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement