Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

10 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Enggartiasto: Tingkat Kewirausahaan di Indonesia Rendah

Kamis 18 Oct 2018 07:46 WIB

Red: Nidia Zuraya

Wirausahawan (Ilustrasi)

Wirausahawan (Ilustrasi)

Foto: Inspiremymagazine.com
Indonesia menduduki peringkat 94 dalam Global Enterpreneurship Index

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, mengatakan tingkat kewirausahaan Indonesia masih rendah. Menurutnya, Indonesia hanya menduduki peringkat 94 dari 137 negara.

"Satu fakta menarik tentang kewirausahaan, pada tahun 2018, di negara maju rata-rata 14 persen dari total penduduk usia kerja adalah enterpreneur, sementara di Indonesia hanya mencapai 3,1 persen," ujarnya dalam sambutannya saat mendapat penganugerahan gelar kehormatan Doctor Honoris Causa dari UPI di Bandung, Kamis (18/10).

Menurutnya berdasarkan laporan Global Enterpreneurship Index, negara-negara seperti Amerika Serikat, Swiss, Kanada, dan Inggris menempati peringkat sepuluh teratas. Dari Asia, Hong Kong dan Taiwan menempati menempati urutan 13 dan 18.

Sementara, Indonesia menduduki peringkat 94. Posisi ini jauh di bawah negara-negara ASEAN lainnya seperi Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina yang masing-masing menduduki peringkat 27, 58, 71, dan 84. "Hal ini menunjukan masih rendahnya tingkat kewirausahaan Indonesia," tambah dia.

Ia menjelaskan salah satu penyebab rendahnya tingkat kewirausahaan yakni sistem pendidikan yang kurang mendorong mahasiswanya untuk berkembang menjadi seorang entrepreneurship. Status wirausahawan saat ini masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Berwirausaha dianggap sebuah profesi yang kurang menjanjikan, perlu waktu lama untuk bisa menjadi seorang yang sukses.

"Kita masih melihat betapa lulusan sarjana masing berbondong-bondong melamar menjadi PNS dibandingkan memanfaatkan dan menerapkan pengetahuan yang diperolehnnya untuk menciptakan lapangan kerja baru minimal untuk dirinya sendiri," jelasnya.

Menurutnya, enterpreneurship patut didorong karena memiliki potensi besar. Apalagi Indonesia baik dari sudut demografi dan kekayaan alam, bisa mengembangkan diri menjadi suatu komunitas enterpreneurship.

Ia pun mengapresiasi langkah UPI karena telah membentuk suatu program studi yang khusus mengenai kewirausahaan, sebagai langkah maju bersaing dalam era revolusi industri 4.0. "Menjadi pengusaha yang baik tak kalah terhormat jika dibandingkan dengan berbagai profesi yang lain. Jadi harus ada bersama-sama kita melakukan langkah perubahan dan kita mengawali dengan pendidikan," kata dia.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile