Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Muslim Turkmenistan Berupaya Tingkatkan Peran Islam

Kamis 15 Nov 2018 07:26 WIB

Red: Agung Sasongko

Islam di Turkmenistan, ilustrasi

Islam di Turkmenistan, ilustrasi

Foto: housandwonders.net/
Sejumlah ulama menolak sekulerisme negara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Beberapa pemimpin Muslim menentang konsep sekuler pemerintah. Hal ini disebabkan pemerintah dikendalikan mantan komunis. Beberapa pemimpin resmi dan guru yang bekerja di luar struktur resmi telah bersumpah meningkatkan pengetahuan penduduk tentang Islam, meningkatkan peran Islam dalam masyarakat, dan memperluas kepatuhan terhadap prinsipnya.

 

Khawatir aktivitas tersebut dapat mengasingkan ortodoks Slavia, pemerintah menyusun rencana mengangkat Dewan Urusan Agama dengan status pelayanan dalam upaya untuk mengatur kegiatan keagamaan lebih erat.

Pemerintah memastikan bahwa Islam yang ada di Turkmenistan merupakan Islam yang ramah terhadap warisan lokal. Untuk itu, pemerintah melakukan upaya agar paham esktremis tidak masuk ke Turkmenistan.

Pemerintah melarang segala bentuk golongan yang mengatasnamakan Islam, tetapi melakukan tindakan kekerasan. Karena, hal itu tidak sesuai dengan prinsip Islam dan masyarakat Turkmenistan.

Fakultas teologi di Departemen Sejarah Universitas Turkmenistan di Ashgabat adalah satu-satunya universitas yang diizinkan menyediakan pendidikan tinggi Islam. Laporan menunjukkan bahwa calon mahasiswa potensial harus diperiksa oleh Departemen Keamanan Nasional sebelum masuk ke fakultas ini. Perempuan dilarang berkuliah di fakultas ini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile