Selasa , 08 Jul 2014, 23:15 WIB

Lima Bintang Meredup di Langit Brasil

Red: Didi Purwadi
Steven Gerrard (tengah)
Foto Reuters/Murad Sezer

Steven Gerrard (tengah)

Oleh: Wisnu Aji Prasetiyo

Piala Dunia 2014 di Brasil selalu memberikan kejutan di setiap pertandingannya. Tim-Tim tangguh mulai bertumbangan, sedangkan para tim kuda hitam sedang naik daun.

Tak pelak hal tersebut juga menimpa para pemain bintang yang membela masing-masing negaranya. Banyak dari mereka yang harus merelakan untuk tampil lebih lama dalam turnamen akbar tersebut. Banyak dari mereka pula yang bermain jauh dari harapan para pendukungnya.

Seperti halnya Sang juara bertahan, Spanyol, yang datang dengan bintang baru mereka, Diego Costa. Bintang Atletico Madrid itu diharapkan membawa perbedaan dan kekuatan baru di lini depan La furia Roja.

Namun sayang, performa Costa tak terlalu menonjol pada Piala Dunia kali ini. Spanyol pun harus tersingkir dari persaingan gelar juara Piala Dunia. Mereka harus menerima kekalahan memalukan saat menghadapi Belanda yang berakhir dengan skor 1-5.

Menurunnya performa Costa juga dipengaruhi oleh cedera hamstring yang dialaminya saat melakoni Liga Champions melawan Chelsea. Banyak pihak yang beranggapan pemain kelahiran Brasil itu tidak akan bermain di Piala Dunia, namun pelatih Vicente del Bosque tetap membawanya ke Brasil.

Hal yang sama pun dialami oleh rekan satu timnya, Iker Casillas, yang telah memiliki 156 caps bersama Spanyol. Casillas gagal untuk mengamankan gawangnya dari kebobolan yang dilakukan oleh lawan. Dengan gelar yang mereka sandang sebagai juara bertahan, Spanyol akhirnya harus angkat koper saat babak penyisihan grup.

Beralih ke ranah Inggris, Steven Gerrard dkk juga kembali gagal di Brasil 2014. Anak asuh Roy Hodgson harus mengalami kekalahan beruntun di babak grup.

Mengkombinasikan para pemain senior dengan skuat muda mereka, Inggris masih belum bisa menaklukkan tantangan di Piala Dunia kali ini.

Piala Dunia di Brasil juga membuat kekecewaan besar. Pasalnya, kekalahan di babak penyisihan grup merupakan yang pertama kalinya bagi the Three Lions sejak 1958. Gerrard dinilai banyak melakukan kesalahan dalam bermain di lapangan serta mengkordinir rekan-rekan satu timnya.

Kekalahan serupa juga dialami oleh juara lima kali Piala Dunia, Italia. Mereka gagal untuk membuktikan kualitas pemegang gelar terbanyak. Hal tersebut disebabkan oleh para pemain mereka yang tampil buruk sepanjang pertandingan.

Terutama striker "keras kepala" mereka, Mario Balotelli, yang gagal memanfaatkan banyak peluang yang mereka peroleh di lini pertahanan lawan. Walau ia berhasil mencetak gol saat kontra Inggris pada pertandingan pembuka, tapi ia gagal untuk melanjutkan performa baiknya itu saat melawan Kosta Rika dan Uruguay.

"Memilih Balotelli adalah kesalahan saya," ujar Prandelli yang memutuskan mundur dari jabatan pelatih kepala Italia seperti dilansir Independent.

Cukup mengejutkan mendengar pernyataan tersebut dari mantan pelatih Fiorentina tersebut mengingat dialah yang selama ini memberi kepercayaan penuh kepada striker keturunan Ghana itu. Sebelumnya Prandelli mengatakan bahwa Mario Balloteli akan bersinar di Brasil.

Pemain terakhir adalah Sergio Aguero. Dari tiga partai yang telah dilalui oleh Argentina di fase grup, Aguero selalu diturunkan sebagai starter. Namun, performanya masih jauh dari yang diharapkan.

Aguero belum mampu mencetak satu gol pun. Cedera yang kerap dialaminya saat bermain bersama The Citizens di musim lalu dituding sebagai penyebab utama di balik menurunnya performa Aguero di Brasil.

Walau kini telah menjalani sesi latihan bersama rekan satu timnya, pelatih Alejandro Sabella masih ragu untuk menurunkannya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
timnas inggris roy hodgson steven gerrard piala dunia 2014 piala dunia
Berita Terkait

Higuain Ikuti Jejak Maradona

01 January 1970, 07:00
Berita Terpopuler
Berita Lainnya