Jumat , 11 Jul 2014, 23:53 WIB

Sepak Bola Era Passing Game

Red: Didi Purwadi
Indra Sjafri
Foto Antara/Novrian Arbi

Indra Sjafri

Oleh: Indra Sjafri

Pelatih Kepala Tim Nasional U-19

Fase grup Piala Dunia 2014 sudah berakhir. Beberapa kejutan mewarnai turnamen akbar tersebut, seperti hancurnya Spanyol di tangan Belanda atau runtuhnya Portugal digilas mesin panser Jerman. Dominasi Spanyol dalam 10 tahun terakhir tampaknya memang sudah berakhir. Kini, muncul era sepak bola baru yang akan merajai sepak bola dunia.

Hampir sebagian besar peserta Piala Dunia kali ini memperagakan sepak bola berbasis passing pendek yang cepat. Secara teknis, permainan semacam itu disebut dengan passing game atau possession game. Inti dari passing game adalah usaha yang terus-menerus untuk menguasai bola dan berusaha mencari celah untuk bisa mengalirkan bola ke depan guna menciptakan peluang.

Di dalam sepak bola, ada tiga momen penting yang menjadi inti dari permainan. Ketiga momen tersebut adalah menyerang, bertahan, dan transisi. Menyerang dimulai sesaat setelah sebuah tim menguasai bola, entah di posisi tengah, depan, atau bahkan penjaga gawang. Bola dalam penguasaan itulah yang disebut sebagai menyerang.

Bertahan ditandai dengan penguasaan bola di kaki lawan. Sedangkan, transisi dibagi menjadi dua, yaitu transisi positif dan transisi negatif. Transisi positif adalah perpindahan dari bertahan ke menyerang dan transisi negatif adalah perpindahan dari menyerang ke bertahan. Sebuah tim yang mampu mengendalikan ketiga momen tersebut secara optimal akan berpeluang besar keluar sebagai pemenang.

Pemilihan filosofi permainan sangat dipengaruhi ketiga momen tersebut. Permainan bertahan dengan menumpuk banyak orang di area pertahanan dan membiarkan lawan memainkan bola di wilayahnya sendiri pernah mendapatkan masa keemasannya pada pertengahan 2000-an yang ditandai dengan keluarnya Yunani sebagai Juara Piala Eropa tahun 2004 serta Italia yang menjadi juara dunia dua tahun berikutnya.

Setelah itu, permainan bergerak ke arah sepak bola menyerang dengan Barcelona menguasai jagat sepak bola serta timnas Spanyol yang keluar menjadi yang terbaik di Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Saat itu, dunia tercengang dengan permainan tiki-taka ala Barcelona dan Spanyol. Tapi, era sudah mulai berubah.

Bukan lagi sepak bola bertahan memang, melainkan semua tim mulai menyadari bahwa menyerang jauh lebih menguntungkan ketimbang bertahan. Hampir semua tim memperagakan sepak bola menyerang dengan basis passing game yang begitu cair.

Modifikasi yang bisa kita lihat saat ini adalah penggunaan elemen fisik yang jauh lebih dominan untuk menunjang permainan passing game. Umpan-umpan pendek dilakukan dengan lebih cepat dan lebih powerful. Pemain-pemain sayap yang lincah dan cepat menjadi senjata mematikan bagi tim-tim besar. Setelah melakukan beberapa kombinasi passing di lapangan tengah, bola akan segera dikirim ke samping dan para pemain sayap akan melakukan tugasnya dengan dasar kecepatan dan penguasan bola yang luar biasa.

Pressing-pressing ketat disertai dengan benturan badan yang intens mewarnai permainan yang diperagakan para pemain di Piala Dunia 2014 ini. Gabungan antara pemain yang mempunyai skill bola di atas rata-rata dan pemain yang mempunyai kekuatan fisik yang begitu mengagumkan menjadi kombinasi yang mematikan.

Karena itulah, sah jika kita menyebut permainan kali ini dengan sebutan physical passing game. Itulah pentingnya sebuah turnamen utama, seperti Piala Dunia. Kita bisa melihat secara langsung tren sepak bola yang saat ini populer. Selain itu, Piala Dunia kali ini juga memberikan gambaran betapa sepak bola selalu berevolusi dari tahun ke tahun. Salah satu alasan memungkinkannya evolusi tersebut adalah kemapanan berbagai elemen dasar yang dimiliki para pemain top level dunia.

Oleh karena itu, penting bagi para pelaku sepak bola di Indonesia untuk kembali mengevaluasi apa yang sudah kita lakukan untuk sepak bola kita. Para pelatih harus terus-menerus belajar meningkatkan kapasitas dan kompetensi dirinya. Bagi para pelatih usia muda, secara khusus, harus mulai berpikir untuk memberikan dasar yang kuat bagi para pemain yang disesuaikan dengan standar dunia yang saat ini kita lihat.

Passing game akan selalu hadir pada beberapa dekade ke depan. Selain memang lebih nyaman untuk dilihat, permainan passing game secara psikologis lebih menguntungkan. Energi yang dibutuhkan untuk melakukan penyerangan jauh lebih sedikit ketimbang sebuah tim yang terus-menerus bertahan.

Mulai sekarang, tampaknya kita harus mulai memikirkan bagaimana mencetak pemain-pemain yang mempunyai kemampuan bermain passing game dengan baik. Tidak hanya teknik passing yang harus dikuatkan, tapi pemahaman taktikal untuk melakukan passing game juga harus menjadi prioritas.

Pola latihan teknik secara individual dan terpisah harus mulai ditengok ulang. Tekanan permainan yang terus-menerus menuntut pemain yang cepat dalam mengambil keputusan dengan eksekusi teknis yang jitu. Solitary action, seperti latihan juggling, passing berpasangan, atau dribbling tanpa lawan harus dimodifikasi ke dalam situasi permainan yang lebih realistis dan menekan.

Agar seorang pemain mampu memperagakan permainan passing game yang baik, diperlukan pembiasaan bertahun-tahun dalam situasi dan keadaan yang kurang lebih serupa. Bentuk latihan small sided games atau permainan terkait lainnya akan memberikan situasi yang membiasakan para pemain mengambil keputusan dalam waktu sempit dan tekanan yang kuat.

Kita mempunyai keuntungan dengan bangun tubuh yang memungkinkan para pemain lebih lincah dan lebih cepat. Salah satu kekurangan kita selama ini adalah pemahaman taktikal dan eksekusi teknis dalam keadaan tertekan dari para pemain yang kurang sempurna. Jika itu bisa dilakukan dari sekarang, tidak mustahil kita akan mampu memperagakan permainan passing game yang dipadu dengan kecepatan yang memikat.

Lupakan dulu kemenangan di level usia yang sangat muda karena lebih penting membekali mereka secara tepat ketimbang mencari kemenangan secara instan. Jika kita sabar membina para pemain dengan filosofi yang benar, tidak mustahil beberapa tahun ke depan kita akan bisa menjadi salah satu negara peserta Piala Dunia di level senior.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
jogobonito tulisan opini piala dunia 2014 piala dunia
Berita Terkait

Mineirazo, Tragedi Selecao

01 January 1970, 07:00
Berita Terpopuler
Berita Lainnya