REPUBLIKA.CO.ID, RIO DE JANEIRO -- Kepolisisan Brasil saat ini tengah mengejar Ray Whelan yang menjadi penjual tiket ilegal Piala Dunia 2014. Whelan yang pekan lalu berhasil ditangkap polisi bersama 11 orang lainnya itu akhirnya dibebaskan tanpa tuduhan, tapi harus mneyerahkan paspor sebagai bahan penyelidikan lanjutan.
Namun, saat akan ditangkap lagi oleh pihak kepolisian, Whelan dinyatakan telah menghilang dari tempat tinggalnya di Brasil. Polisi penyidik, Fabio Barucke mengatakan bahwa Whelan meninggalkan Hotel Copacabana Palace, beberapa saat sebelum polisi tiba di tempatnya.
"Dia sekarang menjadi buronan kami. Kami memiliki gambar dari kamera keamanan dia kelaur dari hotel melalui pintu belakang," kata Barucke seperti dikutip SkySports, Jumat (11/7).
Dalam pernyataan sebelumnya, jasa 'Match' membantah adanya kesalahan yang dilakukan oleh Whelan. Pada saat yang bersamaan, Whelan yang merupakan warga Inggris mengatakan bersedia melakukan kerjasama dalam hal penyidikan, yang membuat dirinya dibebaskan oleh polisi.
Ketua eksekutif jasa 'Match', Jaime Byorn, yang sekaligus kaka ipar dari Whelan menuturkan tindakan yang dilakukan oleh Whelan merupakan hal yang tidak sah dan tidak berdasar sesuai peraturan dalam 'Match'. Jasa 'Match' sendiri dikatakan benar-benar berkomitmen untuk membantu pemerintah dan FIFA dalam memerangi penjualan tiket ilegal.