Senin 31 Dec 2018 17:58 WIB

PBNU Ingatkan Umat Islam Bertafakur Isi Pergantian Tahun

Umat Islam diimbau tak berlebihan mengisi pergantian tahun dengan bersenang-senang.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Andi Nur Aminah
Berdoa/ilustrasi
Berdoa/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) mengingatkan umat Islam agar mengisi pergantian malam tahun baru dengan bertafakur pada Allah SWT. “Pastinya PBNU selalu memberi imbauan, baik (pergantian tahun) masehi dan hijriah agar bagaimana rakyat Indonesia, khususnya umat Islam banyak bertafakur pada Allah SWT,” kata Wakil Sekertaris Jenderal PBNU Masduki Baidlowi kepada Republika.co.id, Senin (31/12).

Menurut dia, umat Islam dapat memanjatkan permohonan pada Allah SWT agar proses pergantian tahun ini tidak banyak diberikan cobaan berupa musibah yang merugikan bangsa. Sebab, pergantian tahun baru bertepatan dengan musim transasional dari penghujan ke kemarau.

Karena itu, Masduki mengimbau masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam tidak berlebihan mengisi pergantian tahun dengan bersenang-senang. Kendati, perayaan yang sifatnya bersenang-senang tidak dilarang. “Walaupun tak dilarang, tapi yang utama diisi kegiatan spiritual dengan banyak berzikir dan bermunajat ke Allah SWT,” ujar Masduki.

Dia mempersilakan masyarakat merayakan malam pergantian tahun dengan suka cita. Namun, baiknya diniatkan dengan bersyukur pada Allah SWT atas berbagai hal yang sudah dilewati sepanjang tahun.

“Menatap tahun baru, Allah memberi keberkahan dan rahmat, buat kita secara pribadi, rakyat secara komunitas, umat secara agama,” kata dia. 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement