Selasa 29 Jan 2019 22:52 WIB

Pendidikan Islam di Majene Perlu Diperkuat

Dengan adanya perubahan diharapkan kualitas pendidikan meningkat.

Pendidikan Islam (Ilustrasi)
Foto: ROL/Agung Sasongko
Pendidikan Islam (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Pendidikan Islam di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat dinilai masih tertinggal. Karenanya, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Kabupaten Majene perlu ditingkatkan.

Hal itu dikatakan Ketua Tim Pendirian STAIN Majene Prof Dr H Ahmad M Sewang pada rapat kerja tahunan STAIN Majene mengusung tema "Membangun Integritas Pelayanan dan Daya Saing PTKIN di Indonesia" di Majene, Selasa (29/1).

"Tema raker ini sangat penting, karena selama ini Majene masih daerah tertinggal dalam pendidikan Agama Islam, karena itu diperlukan akselerasi untuk segera mengubah status dari STAIN Majene menuju IAIN Majene," katanya.

Ia mengatakan melalui perubahan ini, maka semua akan meningkat, mulai strukturnya, sampai penganggaran pendidikannya.

"Majene dalam sejarah, pernah menjadi wilayah adminsitrasi ibu kota Mandar, dan terdapat sekolah Tsanawiyah school, di Tsanawiyah School ini, sejumlah penduduk Sulawesi datang belajar, jadi STAIN Majene ini kita ingin bercita-cita mengembalikan kejayaan Majene masa lampau, semua orang belajar di sini," ujar Sewang yang juga Guru Besar UIN Alauddin Makassar itu.

Dalam raker tersebut dihadiri seluruh civitas akademika STAIN Majene, dan membawakan sejumlah materi, diantaranya Ketua Tim Pengarah Pendirian STAIN Majene,  Wakil Ketua STAIN Majene Bidang Kemahasiswaan  Kerjasama, Dr Anwar Sadat pengelolaan PTKIN Muhammad Sidkon  Prof Dr H Arifuddin Ismail yang juga Pakar Ilmu Penelitian Pengembangan  Wakil Ketua STAIN Majene Bidang Akademik, Muliadi

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement