Selasa 12 Feb 2019 21:44 WIB

Pemkot Bandung Dukung Inovasi Pelaku UMKM

Salah satu inovasinya yakni menjadikan singkong seperti tepung terigu

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Esthi Maharani
Singkong
Singkong

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota Bandung mendukung setiap inovasi yang dapat mendorong perkembangan usaha kecil menengah dan mikro (UMKM). Perkembangan UMKM akan berdampak pada kesejahteraan warga. Dukungan itu juga yang diberikan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat menerima kunjungan IKA (Ikatan Keluarga Alumni) Teknik Industri Universitas Pasundan di Balai Kota pada Selasa (12/2).

Kedatangan IKA Alumni Teknik Industri Universitas Pasundan Bandung memperkenalkan beberapa produk inovasi yang disebut Modification Cassava Food (MOCAF) menjadi beberapa jenis makanan.

"Saya mendapat satu pencerahan, satu inovasi yang cukup mengejutkan. Ada orang Bandung yang bisa mengalihkan peran singkong jadi seperti tepung terigu," ujar Yana seperti dalam siaran pers yang diterima Republika.

Salah satu anggota IKA Teknik Industri Universitas Pasundan, Gatot Indra menjelaskan, MOCAF adalah tepung dengan bahan baku singkong. MOCAF bisa menggantikan peran tepung tapioka atau terigu.

"Inovasi membuat MOCAF ini sudah muncul 5 tahun lalu. Beberapa kali disempurnakan, akhirnya produknya bisa kita nikmati hari ini. Produk ini juga merupakan hasil gerilya kami dengan beberapa KUKM," katanya.

Ia menambahkan, inovasi membuat tepung singkong ini karenakan tanaman singkong bisa tumbuh di mana saja di Indonesia. Sehingga jika pemakaian tepung singkong ini tinggi, maka otomatis bisa membantu kesejahteraan petani singkong.

"Selain itu, dari segi kesehatan, bahan baku singkong juga bisa menangkal beberapa penyakit, misalnya diabetes," sambung Gatot.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Menengah Kecil, Priana Wirasaputra menyatakan siap membantu inovasi tersebut. Salah satunya membantu untuk inovasi tersebut memperoleh HAKI (hak kekayaan intelektual) dan sertifikasi halal.

"Nah, inovasi semacam ini bisa disambungkan ke dalam beberapa program yang ada," ujar Priana.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement