Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

14 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Penyesalan Yayuk Basuki Terhadap Purnomo

Jumat 15 Feb 2019 15:59 WIB

Red: Israr Itah

Yayuk Basuki

Yayuk Basuki

Foto: Antara
Yayuk saat ini menjabat sebagai Ketua Asosiasi Olimpian Indonesia (IOA).

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Mantan petenis nasional Yayuk Basuki mengaku masih memiliki satu penyesalan. Sebab, ia punya niatan yang belum tersampaikan bagi legenda pelari cepat Indonesia Purnomo Muhammad Yudhi yang berpulang pada Jumat (15/2),di Tangerang Selatan.

"Mungkin satu yang belum bisa mewujudkan adalah bagaimana beliau mendapatkan bantuan dari pemerintah," kata Yayuk selepas melayat ke rumah duka Purnomo di bilangan Bintaro, Tangerang Selatan.

Yayuk saat ini menjabat sebagai Ketua Asosiasi Olimpian Indonesia (IOA), lembaga yang dirintis Purnomo. Purnomo juga merupakan ketua pertama IOA.

Menurut Yayuk, pendirian IOA menjadi perwujudan dari tujuan mulia Purnomo untuk memastikan bahwa kesejahteraan atlet yang berprestasi harus diperhatikan oleh pemerintah. "Kita tidak bisa berbicara era pemerintahan yang lalu, terus terang masih banyak yang merasa belum mendapatkan yang seharusnya," kata Yayuk.

"Belakangan ini kami coba perjuangkan dan Alhamdulillah, penghargaan terhadap atlet mulai lebih diperhatikan dan lebih sejahtera," ujarnya menambahkan.

Hanya, Yayuk mengaku masih menyimpan satu niatan yang tak kunjung terwujud, yakni membantu atlet era-era lampau seperti Purnomo agar mendapat perhatian yang lebih baik dari pemerintah.

"Karena terus terang saja mungkin dari pemerintah juga akan bingung bagaimana mewujudkannya, tidak mudah memunculkan klausulnya," ujar Yayuk.

"Nah itu saya sendiri coba mengupayakan, tapi kembali memang tidak mudah," katanya.

Purnomo merupakan pelari cepat Indonesia yang mencapai putaran semifinal Olimpiade 1984 di Los Angeles, Amerika Serikat.

Sejak 2015 ia mengidap kanker kelenjar getah bening dan sudah lima kali menjalani kemoterapi termasuk sekali di Singapura.

Setelah sempat membaik, kondisi Purnomo mulai memburuk lagi di awal tahun 2019 dan sepekan lalu menghabiskan waktu dirawat di RS Pondok Indah Bintaro, hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat pagi pukul 9.45 WIB. 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile