Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

16 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Bidik Pasar Internasional, Industri AMDK Didorong Berinovasi

Kamis 28 Feb 2019 03:53 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Friska Yolanda

Sejumlah kelompok masyarakat membagikan minuman gratis pada peserta Aksi Indonesia Bebaskan Alquds, di Monas. Jumat (11/5).

Sejumlah kelompok masyarakat membagikan minuman gratis pada peserta Aksi Indonesia Bebaskan Alquds, di Monas. Jumat (11/5).

Foto: Republika/Inas Widyanuratikah
Sektor makanan dan minuman paling besar menyerap tenaga kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri air minum dalam kemasan (AMDK) diproyeksi tumbuh 10 persen pada 2019 ini. Selain memanfaatkan momentum pemilihan umum (pemilu) untuk mendongkrak pertumbuhan, industri AMDK juga perlu melakukan terobosan inovasi produk agar dapat memenuhi selera pasar domestik dan internasional. 

“Industri minuman dan makanan merupakan sektor yang paling besar menyerap tenaga kerja, sekitar 26,67 persen kontribusinya,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartato dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id, Rabu (27/2). 

Baca Juga

Menurutnya, capaian kinerja industri minuman dan makanan di Indonesia tercatat konsisten dan terus positif. Kinerja itu mulai dari peningkatan produktivitas, investasi, ekspor, hingga penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut. 

Potensi bisnis AMDK di kancah domestik dinilai cukup prospektif. Sebab, terdapat penambahan modal yang disalurkan dari beberapa produaen AMDK. Beberapa perusahaan tersebut antara lain investasi Orang Tua Group dengan merek Crystalline, PT Sariguna Primatirta Tbk dengan merek CLEO, dan PT Indra Karya (Persero). 

“PT Sariguna Primatirta melanjutkan ekspansi membangun tiga pabrik baru setelah salah satu BUMN (Badan Usaha Milik Negara),” katanya. 

Ketua Asosiasi Air Minum dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) Rachmat Hidayat optimistis, permintaan AMDK akan meningkat seiring dengan momentum pemilu 2019. Menuturnya, faktor kondusitifitas agenda pemilu akan berdampak positid terhadap konsumsi minuman di tingkat domestik. 

“Kami cukup optimistis industri ini akan bertumbuh di 2019,” katanya. 

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), industri minuman dan makanan mampu tumbuh 7,91 persen atau melampaui pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,17 persen pada 2018. Di sisi lain, industri tersebuy juga menyumbang capaian investasi sebesar Rp 56,60 triliun dengan nilai ekspor mencaoai 29,91 miliar dolar AS. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile