Rabu 06 Mar 2019 14:30 WIB

Isu Pelajaran Agama Dihapus, Moeldoko: Kampanye tak Beradab

Moeldoko menegaskan black campaign soal pelajaran agama akan dihapus tak beradab.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Bayu Hermawan
Moeldoko
Foto: Republika/Bayu Adji P
Moeldoko

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Moeldoko menilai, kabar bohong atau hoaks terkait rencana penghapusan pelajaran agama jika tak memilih Prabowo merupakan kampanye hitam yang sangat menyesatkan. Ia menilai hal itu adalah kampanye tak beradab.

"Saya pikir begini ya, ini cara-cara yang tidak baik ya, cara-cara campaign (kampanye) yang menyesatkan bukan saja black campaign (kampanye hitam), tapi menyesatkan. Itu sungguh tidak beradab, tidak baik," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (6/3).

Moeldoko mengatakan, cawapres paslon nomor urut 01 Ma'ruf Amin juga berasal dari lembaga MUI. Sehingga isu-isu penghapusan agama itu tak masuk akal. "Jadi sepertinya banyak yang kehilangan logika, tetapi satu saya mengecamlah cara-cara seperti itu," tegasnya.

Moeldoko pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif melawan kampanye fitnah dengan melaporkan kepada kepolisian. Sehingga ada sanksi yang diberikan kepada para pelaku dan membuat mereka jera. Moeldoko juga menilai kampanye hitam dan fitnah yang selama ini dilakukan sangat mencederai demokrasi yang telah dibangun.