Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

15 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Banjir Rendam 15 Daerah di Jatim, Harga Pangan Tetap Stabil

Kamis 07 Mar 2019 08:48 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ratna Puspita

Inflasi di Jabar dipicu oleh meningkatnya harga kebutuhan bahan pokok

Inflasi di Jabar dipicu oleh meningkatnya harga kebutuhan bahan pokok

Foto: jabarprov.go.id
Drajat memastikan, hingga saat ini tidak ada komplain terkait harga di pasaran.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur Drajat Irawan memastikan, ketersediaan pangan di wilayah Jawa Timur masih aman, meski ada 15 daerah dilanda banjir. Drajat memastikan, hingga saat ini tidak ada komplain dari pihak manapun terkait harga-harga di pasaran.

"Belum ada komplain. Harga-harga masih normal. Indikatornya kan dari harga. 116 pasar di Jawa Timur masih stabil. harga-harga sembako masih normal," ujar Drajat saat dikonfirmasi, Kamis (7/3).

Drajat menjelaskan, 116 pasar yang tersebar merepresentasikan harga beras, minyak goreng, daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih, telur, cabai merah, cabai keriting, cabai besar, dan kebutuhan lain masih stabil. Drajat mengatakan, Disperindag akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan pangan di Jawa Timur terutama di daerah-daerah yang dilanda banjir. 

"Kami punya 200 pendata di lapangan yang memonitor pergerakan data, kalau ada yang tidak stabil, kami akan ambil langkah-langkah," ujarnya.

photo
Susasana jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono pada KM 603-604 yang terendam banjir di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/3/2019). (ANTARA)
Menurutnya, apabila terjadi pergerakan harga yang menuju pada ketidakstabilan dan kekurangan pangan, maka masalah utama pasti di distribusi yang terhambat. Misalnya, jalan yang terendam atau jembatan yang rusak. Dia menegaskan, jika itu terjadi, akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Suban Wahyudiono mengungkapkan, intensitas hujan yang tinggi sejak 5 Maret 2019 menyebabkan 15 kabupaten/ kota di Jawa Timur mengalami banjir. Semua kabupaten/kota yang terendam banjir berada di bagian barat Jawa Timur seperti Magetan, Ponorogo, Kabupaten dan Kota Madiun, Trenggalek, Ngawi, Nganjuk, Bojonegoro, Kediri, dan sebagainya.

Suban menjelaskan, dari semua kabupaten/ kota yang terendam banjir, yang terparah adalah Kabupaten Madiun. Di Madiun, total ada 14.280 keluarga yang terdampak banjir tersebut. Mereka tersebar di 8 kecamatan, dan 39 desa. Kendati demikian, Suban memastikan musibah tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

photo
Banjir Madiun. Sejumlah warga menyelamatkan diri di atas atap rumah saat terjadi banjir di Desa Purworejo, Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (6/3/2019). (ANTARA)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile