Jumat 15 Mar 2019 01:10 WIB

PBB: Korut Terus Produksi Bahan Nuklir pada 2018

Upaya diplomatik untuk perlucutan nuklir tidak menghentikan Korut.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini
Citra satelit yang menunjukkan lokasi reaktor nuklir Korea Utara (Korut) Yongbyon.
Foto: reuters
Citra satelit yang menunjukkan lokasi reaktor nuklir Korea Utara (Korut) Yongbyon.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Laporan Perserikatan Bangsa -Bangsa (PBB) mengatakan, Korea Utara (Korut) tetap memproduksi bahan untuk penggunaan senjata nuklir pada 2018. Hal itu dilakukan meskipun pada tiga bulan di 2018 terdapat diplomasi yang intens untuk denuklirisasi semenanjung Korea.

Harian Korea Cholsunilbo edisi Selasa (12/3) mengutip laporan Komite Sanksi Dewan Keamanan PBB tentang Korut melaporkan, Pyongyang terus memproduksi bahan baku untuk senjata nuklir tahun lalu, meskipun ada upaya diplomatik dengan Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan upaya nuklir Korut.

Baca Juga

"Reaktor Yongbyon 5 MW telah beroperasi normal sejak Desember 2015, meskipun untuk sementara waktu menangguhkan operasinya selama beberapa hari pada Februari, Maret, dan April pada 2018," kata Harian Cholsunilbo seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (14/3).

Negara anggota PBB mengumumkan bahwa operasi reaktor tersebut sudah ditangguhkan dari September hingga Oktober 2018.