Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

13 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pengunjung Ragunan Tewas, Polisi Sudah Periksa 2 Orang Saksi

Kamis 04 Apr 2019 07:23 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Andi Nur Aminah

Suasana dipintu utama Kebun Binatang Ragunan Jakarta Selatan, Ahad, (30/12).

Suasana dipintu utama Kebun Binatang Ragunan Jakarta Selatan, Ahad, (30/12).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Nyawa korban tak tertolong meski sempat dilarikan ke RSUD Pasar Minggu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang pegunjung Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan, Anis Khairunisa (22 tahun) meninggal dunia akibat tertimpa dahan pohon Kaya yang patah, Rabu (3/4). Kejadian itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.

Nyawanya tidak tertolong meski sempat dilarikan ke RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Terdapat luka yang terbuka di kepalanya. Selain Anis, ada empat orang lagi yang jadi korban luka, yakni Dafin Algifari anak dari Anis yang berumur sekitar dua tahun, M Alif Annabawi (6), Sugihwanti (48), dan Chinta Tsania (7). Para korban merupakan dua keluarga berbeda yang sedang berkunjung ke TMR.

Baca Juga

Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Prayitno mengatakan, hingga kini, penyebab patahnya dahan tersebut masih didalami. Sebab, kata dia, saat kejadian memang sedang tidak hujan dan tidak ada angin kencang.

"Penyebab robohnya belum (diketahui), kan itu kejadiannya enggak ada hujan, enggak ada angin, enggak ada apa-apa. Tiba-tiba seperti itu (patah)," kata Prayitno saat dikonfirmasi, Kamis (4/4).

Sejauh ini, sambung dia, sebanyak dua orang saksi sudah dimintai keterangan. Karena penyebab robohnya belum diketahui, Prayitno mengaku belum bisa menjelaskan lebih jauh.

"Langkah lidik tetap dilakukan pendalaman, kan musibah itu tak ada unsur kesengajaan, apalagi kaitannya sama pohon. Mungkin nanti dari pengelola lebih hati-hati bagian khusus merawat dan mengawasi. Kemudian pohon-pohon yang mungkin sudah waktunya dikurangi (atau sudah tua) atau apa gitu, untuk segera ditebang, demi mengutamakan keselamatan para pengunjung," imbuh Prayitno.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile