Ahad 07 Apr 2019 16:20 WIB

BPN Tunggu Komitmen KPU Selesaikan Persoalan DPT

Jikw permasalahan DPT tak selesai, BPN akan mempertanyakan legitimasi pemilu.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ferdinand Hutahaean.
Foto: Republika TV/Nugroho Habibi
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ferdinand Hutahaean.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019 hanya tersisa 10 hari. Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ferdinand Hutahaean, mengatakan bahwa BPN masih menunggu komitmen Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyelesaikan permasalahan daftar pemilih tetap (DPT).

Ferdinand menyampaikan masalah DPT tersebut seperti disampaikan BPN terkait 17 juta pemilih bermasalah. "KPU berjanji menyelesaikan itu dan kami menunggu komitmen KPU," kata Ferdinand kepada Republika.co.id, Ahad (7/4).

Baca Juga

Ia menuturkan, apabila KPU tidak menyelesaikan persoalan DPT tersebut maka BPN menganggap pemilu kali ini memperlihatkan demokrasi yang buruk lantaran banyaknya DPT yang janggal. BPN akan mempertanyakan hasil pemilu jika KPU tidak kunjung menyelesaikan persoalan DPT.

"Apa mau KPU nanti hasil pemilu ini menjadi dipertanyakan legitimasinya?"  ujarnya.

Politikus Partai Demokrat itu meminta KPU untuk segera bertindak menyelesaikan DPT yang dinilai masih dipenuhi pemilih siluman. Ia berharap KPU bisa menyelesaikan sebelum pemilihan selesai dilaksanakan. 

"Jadi kita minta KPU untuk segera menuntaskan itu. Komitmen KPU kita tunggu, jangan sampai legitimasi pemilu nanti dipertanyakan oleh publik, dipertanyakan oleh duina karena adanya DPT yang aneh, janggal, bahkan siluman," tegasnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement