Rabu 22 May 2019 17:00 WIB

Legenda Bulu Tangkis: Peningkatan Bonus Olimpiade Wajar

Rata-rata, kontingen Indonesia hanya meraih satu medali emas olimpiade.

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Endro Yuwanto
Christian Hadinata
Foto: badminrtonindonesia.org
Christian Hadinata

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Legenda bulu tangkis Indonesia, Christian Hadinata, menilai rencana Kemenpora RI untuk meningkatkan bonus atlet peraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 merupakan suatu keharusan. Menurutnya, perjuangan kontingen untuk berprestasi di ajang olahraga tertinggi itu tidak mudah.

Christian beralasan, bonus tersebut penting diberikan bagi para atlet karena tak banyak yang bisa merebut medali emas. Rata-rata, kontingen Indonesia hanya meraih satu medali emas olimpiade.

Baca Juga

"Iya, wajar saja. Jadi memang untuk meraih medali emas itu lumayan berat. Paling banyak medali emas saat Olimpiade Barcelona, sisanya perak atau perunggu. Kita tidak banyak meraih emas, memang harus dihargai," kata pria yang akrab disapa Koh Chris ini saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (22/5).

Menurut Koh Chris, jumlah yang dijanjikan pemerintah pun sudah terbilang tinggi. Pemberian bonus itu, lanjutnya, merupakan bentuk apreasiasi regulator terhadap proses panjang atlet meraih prestasi yang mengharumkan nama bangsa.

Di satu sisi, Koh Chris juga memperhatikan aspek motivasi bagi atlet yang dijanjikan bonus melimpah. Hal tersebut dianggapnya sebagai bentuk penyemangat wakil-wakil Indonesia di pentas dunia. "Jadi, luar biasa kalo ada atlet kita meraih (medali) olimpiade, jaminan masa depan yang sudah bisa (dipakai) untuk seumur hidup," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement