REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Sekretaris Jenderal PBB bidang Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix mengatakan saat ini ada berbagai tantangan baru dalam operasi pemeliharaan perdamaian dunia. Karena kata Lacroix konferensi Preparing Modern Armed Forces for Peacekeeping Operations in the 21st Century menjadi penting.
"Ada berbagai tantangan yang berbeda dan baru dalam menjaga perdamaian dunia dan mengapa konferensi ini penting, karena kami menyesuaikan tantangan ini," kata Lacroix, Rabu (26/6).
Lacroix mengatakan penjaga perdamaian harus aktif untuk di saat solusi politik tidak kunjung berhasil. Tantangan yang kedua, lanjutnya kini lingkungan kerja personil penjaga perdamaian semakin berbahaya.
"Pasukan penjaga perdamaian diserangan baik oleh kelompok teror atau pasukan setempat, jadi mereka tidak hanya menjaga diri mereka sendiri tapi juga masyarakat sipil," katanya.
Tantangan ketiga tambahnya ialah tingginya jumlah warga sipil yang retan. Baik dari pengungsi maupun yang membutuhkan bantuan. Lacroix mengatakan tantangan-tantangan inilah yang sekarang harus dihadapi.
Lacroix mengatakan operasi pemeliharaan perdamaian dunia diputuskan oleh Dewan Keamanan PBB. Maka, katanya, ada faktor determinasi politik dalam menentukan operasi pemeliharan perdamaian.
Selain itu dimana pun operasi digelar harus ada negara lainnya yang bersedia terlibat untuk menjalani operasi ini. Sementara operasi pemeliharaan dunia sekarang ini sangat menantang maka personil yang ditugaskan harus sangat siap.
"Tapi juga harus memiliki sedikit solusi praktis, pasukan penjaga perdamaian tradisonalnya dikerahkan untuk mendukung implementasi perjanjian damai," kata dia.