Kamis 27 Jun 2019 04:45 WIB

TN Tanjung Puting Jadi Magnet Pariwisata Kalimantan Tengah

Tingkat kunjungan wisatawan ke TN Tanjung Puting terus meningkat.

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Reiny Dwinanda
Orangutan liar terlihat di Taman Nasional Tanjung Puting
Foto: Republika/Hazliansyah
Orangutan liar terlihat di Taman Nasional Tanjung Puting

REPUBLIKA.CO.ID, KOTAWARINGIN BARAT -- Taman Nasional (TN) Tanjung Puting, Kalimantan Tengah terus memikat wisatawan. Dalam tiga tahun terakhir, tingkat kunjungan wisatawan ke tempat konservasi orangutan terbesar di Indonesia itu selalu mengalami peningkatan.

"Bahkan, banyak pengunjung asing datang ke sini. Mayoritas dari Spanyol," kata Kepala Balai TN Tanjung Puting, Helmi, saat ditemui wartawan di TN Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng), Rabu (26/6) sore.

Helmi mengungkapkan, pada 2016, jumlah pengunjung mancanegara 8.927 orang dan wisatawan lokal 6.164. Angka itu meningkat menjadi 15.170 turis asing dan 9.975 turis domestik pada setahun kemudian.

Pada 2018, tercatat 18.834 turis asing dan 10.449 pengunjung lokal menyambangi TN Tanjung Puting yang telah diusulkan menjadi salah satu destinasi wisata New Bali ke-11 oleh Kementerian Pariwisata. Menurut Helmi, sebagai hutan hujan tropis yang dihuni orangutan, TN Tanjung Puting harus bersiap untuk menyambut lonjakan pengunjung.

Helmi mengharapkan, pemerintah daerah turut mengembangkan TN Tanjung Puting andaikan kelak taman nasional itu ditetapkan sebagai New Bali ke-11. TN Tanjung Puting berada dalam pengelolaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

"Kami juga mengantisipasi penetapan TN Tanjung Puting sebagai New Bali ke-11 dengan menegakkan aturan yang melarang pengunjung menyentuh dan memberi makan orangutan," ujar Helmi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement