Selasa 02 Jul 2019 15:56 WIB

Antasari Azhar Usulkan Pembentukan Dewan Pengawas KPK

Dewan Pengawas KPK akan bertugas melakukan kontrol terhadap kinerja pimpinan KPK

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Esthi Maharani
Mantan ketua KPK, Antasari Azhar
Foto: Republika/Riza Wahyu Pratama
Mantan ketua KPK, Antasari Azhar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2007-2009, Antasari Azhar, mengusulkan pembentukan Dewan Pengawas KPK. Lembaga eksternal ini nantinya akan bertugas melakukan kontrol terhadap kinerja pimpinan KPK, termasuk mengontrol laporan masuk, proses penyidikan, dan kinerja KPK lainnya. Nantinya lembaga ini memiliki tugas serupa dengan Kompolnas di kepolisian dan Komisi Kejaksaan di kejaksaan.

"Anggotanya, orang yang tidak punya kepentingan dengan perkara di KPK, tidak punya kepentingan dengan perkara yang ditangani oleh KPK. Dan tentunya mereka tokoh masyarakat lah yang peduli dengan penegakkan antikorupsi," jelas Antasari usai bertemu dengan panitia seleksi (pansel) KPK 2019-2023, Selasa (2/7).

Antasari memandang bahwa pembentukan lembaga di luar KPK untuk melakukan pengawasan perlu dilakukan demi meningkatkan kinerja pencegahan dan pemberantasan korupsi. Menurut pengalamannya selama menjabat pimpinan KPK, pengawasan internal hanya dilakukan oleh level deputi. Sementara pembentukan lembaga pengawas eksternal harus berbenturan dengan UU yang ada.

"Deputi kan eselon satu, mengawasi seluruh, tapi ternyata saya harus mengubah undang-undang, terbentur, nggak jadi saya. Itu saja," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement