REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Ace Hasan Syadzily mengungkap masih ada sejumlah kelompok yang tak terima pertemuan Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Ace pun mengungkapkan, terdapat tiga alasan kelompok yang tak terima pertemuan tersebut.
"Tapi masih ada pihak-pihak yang memang tidak terima dengan pertemuan kedua tokoh bangsa ini? Pertanyaannya, kenapa mereka tidak terima dengan pertemuan tersebut? Ada beberapa analisis saya," ujar Ace saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (14/7).
Pertama, pendukung yang tak terima atas pertemuan keduanya karena tidak menyukai pemerintahan Presiden Jokowi. Ace menjelaskan, siapa pun lawan politik Jokowi akan didukung.
Sebab, dukungan itu akan memenuhi kepentingan kelompok tersebut. "Hanya dijadikan sebagi tunggakan politik. Jadi, mereka bukan karena suka sama rivalnya Pak Jokowi," tuturnya.
Kedua, kelompok tersebut tidak siap berdemokrasi atau bahkan tidak mengakui demokrasi sebagai sistem kenegaraan. Ace menyebut, kelompok itu hanya ingin menang.
Kelompok itu, kata Ace, tidak siap untuk kalah. "Prinsip demokrasi, ya harus siap menang atau kalah," tegasnya.
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan keterangan kepada wartawan di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7). (Republika/Prayogi)
Ketiga, kelompok itu tidak memiliki kesadaran bahwa politik bukan sekadar harus menang sendiri. Padahal, dia menegaskan, dalam kontestasi politik, kedua kubu harus tetap saling menghormati.
"Politik itu pada dasarnya harus memiliki kerelaan untuk saling menghormati, menghargai dan menerima kemajemukan," ungkapnya.
Selain itu, Ace meyakini, kelompok yang tak menerima pertemuan Jokowi dan Prabowo juga kelompok yang tak menerima kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019. Namun, Ace menyebut, mereka hanya kelompok kecil dalam masyarakat.
"Karena sebagian besar rakyat Indonesia justru menerima dengan lapang dada apapun hasilnya dari Pilpres 2019 ini. Hasil survei mengatakan 92 persen rakyat Indonesia menerima hasil pilpres ini, siapapun yg menang," tegasnya.