Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

 

20 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Mensos Akui Sulit Atasi Kesenjangan Sosial

Rabu 17 Jul 2019 03:40 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Teguh Firmansyah

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) didampingi Letkol Inf Andriyanto (kiri) meninjau pembangunan jalan dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) usai penyerahan bantuan di Kecamatan Biringkanayya, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/7/2019).

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) didampingi Letkol Inf Andriyanto (kiri) meninjau pembangunan jalan dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) usai penyerahan bantuan di Kecamatan Biringkanayya, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/7/2019).

Foto: Antara/Abriawan Abhe
Pemerintah disebut berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga tinggal satu digit.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengakui sulitnya menurunkan angka kemiskinan dan tingkat kesenjangan (gini ratio) secara bersamaan. Pemerintah pun perlahan menyelesaikan persoalan tersebut.

 

"Menjaga Gini ratio atau kesenjangan sosial enggak mudah. Dan angka kemiskinan juga. Satu saja sudah susah. Alhamdulilah sudah berhasil diperbaiki bersamaan," katanya dalam kunjungan kerja di Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Selasa, (17/7).

Baca Juga

Ia mengungkapkan, pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga tinggal satu digit. Ia mengklaim keberhasilan ini baru pertama kali terjadi. "Pertama kali angka kemiskinan single digit. Ini susah. Ini bukti komitmen pemerintah," ujarnya.

Ia menyampaikan pemerintah pusat terus berupaya menekan angka kemiskinan. Apalagi kemiskinan merupakan penyebab timbulnya Penyakit Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang ditangani Kemensos.

"Terus kita kerja keras. Ujungnya membantu ketahanan nasional yang komprehensif untuk memastikan masyarakat lebih sejahtera," ucapnya.

Sebelumnya, BPS mengumumkan jumlah penduduk miskin Indonesia per Maret 2019 sebanyak 25,14 juta jiwa atau 9,41 persen dari total 260 juta penduduk Indonesia. Jumlah penduduk miskin berkurang 529,9 ribu orang dibandingkan September 2018. Jika dibandingkan Maret 2018, penurunannya mencapai 805,1 ribu orang.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, persentase tingkat kemiskinan sudah berada dalam rentang satu digit. Artinya, masyarakat Indonesia yang kini hidup di bawah garis kemiskinan merupakan kelompok yang benar-benar berada pada posisi paling bawah. Oleh karena itu, Suhariyanto mengatakan, diperlukan strategi khusus untuk menarik kelompok tersebut agar terbebas dari jeratan kemiskinan.

"Menurunkan tingkat kemiskinan ketika jumlahnya sudah satu digit akan sangat lama, karena mereka adalah masyarakat yang betul-betul miskin," kata Suhariyanto dalam paparannya di kantor BPS, Jakarta, Senin (15/7).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile