Rabu 17 Jul 2019 21:30 WIB

Survei: 67 Persen Pengguna HP Pernah Kehilangan Data

Hanya sepertiga pengguna HP yang mem-back up data.

Rep: Arie Lukihardianti / Red: Agus Yulianto
Narasumber Western Digital: 1. Merry Tjhin, Channel Sales Manager Western Digital (kiri) 2. Mamik S Leonardo, Research Director Deka Insight (kanan)
Foto: Foto: Istimewa
Narasumber Western Digital: 1. Merry Tjhin, Channel Sales Manager Western Digital (kiri) 2. Mamik S Leonardo, Research Director Deka Insight (kanan)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - - Smartphone saat ini telah menjadi bagian penting di kehidupan sehari-hari. Karena, bisa digunakan untuk menyimpan dan berbagi foto atau video.

Namun, menurut Research Director DEKA, Mamiek S Leonardo, pengguna Hp kerap sibuk membuat konten, tapi lupa untuk melindungi konten penting tersebut. Hal tersebut, diketahui dari hasil survei yang menyebutkan sebanyak 67 persen orang Indonesia pernah kehilangan data di smartphone yang berujung pada perasaaan kesal. 

"Padahal, dari hasil survei, lebih dari 80 persen responden survei telah menyadari pentingnya melakukan back-up data," ujar Mamiek kepada wartawan belum lama ini. 

Mamiek mengatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan para pengguna smartphone kehilangan data. Di antaranya memori yang penuh sehingga harus menghapus data, perangkat yang rusak, virus, file yang rusak, ataupun kehilangan perangkat. 

"Tapi, hanya sepertiga dari mereka yang melakukan back-up secara teratur selama sebulan sekali," katanya.

Dalam riset ini, menurut Mamiek, pihaknya melibatkan 1.120 responden dari 6 kota besar di Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Medan, dan Makassar.

Menurutnya, selama ini banyak yang berpikir bahwa proses pencadangan atau back-up data adalah sesuatu yang rumit atau terlalu memakan waktu sehingga jarang dilakukan. Seiring dengan meningkatnya penggunaan smartphone, jumlah konten digital mengalami pertumbuhan pesat.

Pada bulan September 2018, kata dia, tingkat penetrasi smartphone di Indonesia telah mencapai 27,4 persen. Angka ini setara dengan kira-kira 73 juta pengguna smartphone di Indonesia. 

"Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah pengguna smartphone terbanyak keenam di dunia," katanya.

Oleh sebab itu, kata dia, trend dalam aktivitas digital dan manajemen data masyarakat urban Indonesia menjadi menarik untuk ditelusuri lebih jauh. Ia mencatat dalam penelitiannya bahwa sebanyak 97 persen responden mengandalkan smartphone sebagai gawai utama dalam keseharian.

Responden yang lebih muda, kata dia, cenderung lebih banyak menggunakan smartphone mereka untuk lebih banyak fungsi. Yakni, mulai dari gaming, navigasi, video streaming, atau berbelanja online. "Menariknya, survei ini juga menunjukkan bahwa smartphone sudah menjadi pengganti kamera," katanya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement