Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

 

1 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Risalah Nur Warisan Nursi yang Komprehensif

Senin 22 Jul 2019 06:31 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Agung Sasongko

Prof Ahmet Karacik sedang memaparkan pendapatnya tentang Said Nursi dalam seminar di INSISTS Jakarta pada Senin (15/7)

Prof Ahmet Karacik sedang memaparkan pendapatnya tentang Said Nursi dalam seminar di INSISTS Jakarta pada Senin (15/7)

Foto: Istimewa
Risalah Nur mencakup hampir segala hal yang terkait dengan pokok-pokok keimanan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Risalah Nur adalah satu-satunya karya warisan Nursi yang komprehensif dan lengkap yang melihat alam semesta sebagaimana adanya, menghadirkan realitas keimanan sebagaimana mestinya, dan menafsirkan Alquran sebagaimana yang dikehendaki Nabi Muhammad SAW.

 

Kitab ini juga mencakup hampir segala hal yang terkait dengan pokok-pokok keimanan, peribadatan, dan moralitas. Magnum opus Nursi mencerminkan cahaya Alquran menerangi alam semesta dan keji waan manusia. Mendiagnosis penyakit-penyakit paling berbahaya yang menjangkit manusia modern serta menawarkan penyembuhnya.

Baca Juga

Pendiri dan direktur Intitute for study of Islamic Though and Civilizations (Insists) Dr Hamid Fahmy Zarkasyi tertarik dengan pembahasan Prof Alparsan yang membagi manusia ke dalam tiga tingkatan, yaitu basyar, insan, dan insan yang spiritual. Namun, menurut dia, problemnya spiritual dan intelektualitas itu kadang berbenturan.

"Nah, Prof Alparlsan tadi bilang itu akan berlangsung terus sepanjang hidup seseorang, dia akan mengembangkan intelektualitasnya dan spiritualitanya. Nanti akan ketemu di suatu titik, di mana dia akan menonjol di salah satunya, ucap Hamid saat ditemui usai seminar.

Hamid mengatakan, memang tidak mudah menguasai sipiritualitas dan inte lektualitas sekaligus. Spiritualitas kerap dipraktikkan oleh orang-orang sufi dan intelektualitasnya juga tidak otomatis naik. Kalau masuk ke dalam satu lorong spiritualitas ini, Anda mengalaminya sendiri dan tidak bisa membaginya.

"Beda dengan ilmu, bisa Anda ajarkan kepada siapa saja, katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile