Kamis 01 Aug 2019 16:29 WIB

Pemerintah Pelajari Pemindahan Ibu Kota dari Empat Negara

Pemerintah menyetujui lokasi pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya
Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan LKBN Antara tentang rencana pemindahan lokasi ibu kota, di Kantor Kementerian PPN, Jakarta, Selasa (30/7/2019).
Foto: Antara/Wahyu Putro A
Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan LKBN Antara tentang rencana pemindahan lokasi ibu kota, di Kantor Kementerian PPN, Jakarta, Selasa (30/7/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah akhirnya menyetujui lokasi pemindahan ibu kota di Kalimantan. Pemindahan ini akan menjadi simbol identitas bangsa dan tata kelola pemerintahan yang efisien.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia dapat belajar dari beberapa negara yang telah memindahkan ibu kota, seperi Sejong (Korea Selatan), Brasilia (Brasil), Putrajaya (Malaysia), dan Canberra (Australia).

Baca Juga

"Beberapa negara lain telah melakukannya (pemindahan ibukota), lesson learned kita dapat mengambil pelajaran dari apa yang telah dilakukan negara lain," ujarnya saat acara Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota di Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis (1/8).

Hanya saja menurut Bambang pengerjaan pembangunan ibukota baru akan memakan waktu lama. Dari contoh yang ada, Bambang ingin menghindari pembangunan yang memakan waktu terlalu lama seperti di Sejong (25 tahun) dan Canberra (26 tahun).

"Jadi yang tepat adalah kita mau membangun pusat pemerintahan yang baru. Nantinya pusat pemerintahan itu akan menjadi ibukota," ucapnya.

Bambang menambahkan rencana memindahkan ibu kota negara yang benar-benar dibangun dari nol. "Ibu kota yang disusun dari nol, dibangun di tanah kosong yang belum ada apa-apa. Bukan memindahkan ke suatu kota yang eksisting," ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement